Selasa 11 Aug 2026 13:59 WIB

Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif pada Semester I 2026

Pertumbuhan kinerja didukung oleh peningkatan sejumlah segmen komoditas utama.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelindo Multi Terminal mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026.
Foto: Dok Republika
Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelindo Multi Terminal mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelindo Multi Terminal mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026. SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo Multi Terminal, Finan Syaifullah menyampaikan performa operasional yang terus bertumbuh jadi bagian penguatan fundamental bisnis perusahaan dalam mendukung kelancaran arus logistik serta aktivitas perdagangan nasional.

"Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan positif untuk arus bongkar muat barang selama semester I 2026," ujar Finan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Finan menyebut capaian ini menjadi refleksi dari upaya berkelanjutan Pelindo Multi Terminal dalam memperkuat kualitas layanan, meningkatkan efektivitas operasional, serta menghadirkan pengelolaan terminal nonpetikemas yang semakin andal dan berdaya saing. Dari sisi operasional, lanjut Finan, Pelindo Multi Terminal Group mencatatkan pertumbuhan arus barang yang positif sepanjang Semester I 2026. Total arus barang yang dikelola mencapai 59,59 juta ton/m3, tumbuh 10,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dia mengatakan pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan sejumlah segmen komoditas utama. Arus General & Bag Cargo tercatat sebesar 14,56 juta ton/m3, meningkat dari 13,72 juta ton/m3 pada 2025 atau tumbuh 6,11 persen.

Sementara itu, sambung Finan, komoditas Curah Cair mencapai 14,41 juta ton, naik dari 13,34 juta ton pada periode yang sama tahun lalu atau tumbuh 7,97 persen. Ia memaparkan Segmen Curah Kering mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan realisasi 30,63 juta ton, meningkat dari 26,69 juta ton pada 2025 atau tumbuh 14,74 persen. 

Berita Lainnya

Rekomendasi