Jumat 17 Jul 2026 14:37 WIB

Bapanas Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi El Nino

Cadangan beras pemerintah di Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Friska Yolandha
Indonesia melakukan ekspor perdana beras premium senilai Rp 38 miliar ke Arab Saudi untuk memenuhi sekitar 215 ribu jamaah haji Indonesia.
Foto: Kemnetan
Indonesia melakukan ekspor perdana beras premium senilai Rp 38 miliar ke Arab Saudi untuk memenuhi sekitar 215 ribu jamaah haji Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan fenomena El Nino dengan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga, tidak hanya untuk beras, tetapi juga berbagai komoditas pangan strategis lainnya.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif jauh sebelum puncak musim kemarau tiba. Penguatan stok pangan menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional di tengah potensi gangguan produksi akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga

"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita tahun 2023, alhamdulillah kita lolos. Insya Allah pangan kita aman, terutama beras," kata tokoh yang juga bertugas Menteri Pertanian (Mentan), dikutip Jumat (17/7/2026).

Menurut Amran, swasembada beras menjadi prioritas karena komoditas tersebut masih mendominasi konsumsi masyarakat Indonesia. Ia menyebut Indonesia kini tidak lagi mengimpor beras medium sehingga menjadi indikator penting keberhasilan menjaga ketersediaan pangan nasional.

Selain beras, pemerintah juga memastikan stok CPP tersedia untuk sejumlah komoditas strategis lainnya. Per 8 Juli 2026, cadangan beras pemerintah di Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton, sementara cadangan jagung pakan tercatat 188 ribu ton yang disiapkan untuk mendukung program stabilisasi pasokan dan harga pangan bagi peternak unggas.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan pemerintah terus memperkuat cadangan pangan, meningkatkan produksi, memperlancar distribusi, dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai langkah menghadapi dampak El Nino.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi