Jumat 17 Jul 2026 07:17 WIB

Dirut PLN: Transisi Energi Harus Hadirkan Pertumbuhan Ekonomi

PLN menyebut transisi energi menjadi langkah strategis untuk mengurangi impor energi.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, hingga Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo dalam acara
Foto: Muhammad Nursyamsi/Republika
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, hingga Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo dalam acara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menegaskan transisi energi yang dijalankan Indonesia bukan semata agenda menurunkan emisi gas rumah kaca. Lebih dari itu, ujar Darmawan, transformasi sektor energi diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Darmawan mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk menjalankan agenda tersebut berkat kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu ia sampaikan dalam acara Leaders' Briefing 2026: Powering Sustainable Growth for the Future di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga

"Kita beruntung mendapatkan seorang pemimpin yang visioner, yaitu Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujar Darmawan.

Di tengah kondisi global yang memanas, Darmawan menilai komitmen Indonesia untuk melakukan transisi energi berjalan dengan baik. Menurut dia, pemerintah memandang pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan serta tidak boleh dipertentangkan.

"Kita harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Dan kemudian ada arahan lagi dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, yaitu 100 gigawatt," sambung Darmawan.

Dalam proses itu, lanjut dia, Indonesia beralih dari energi berbasis impor menjadi energi berbasis sumber daya dalam negeri sehingga meningkatkan ketahanan energi nasional. Darmawan menjelaskan pengembangan kapasitas energi hingga 100 gigawatt akan menjadi tonggak penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Dia menyebut pergeseran menuju pemanfaatan sumber energi domestik akan memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Bagi Darmawan, transisi energi juga akan menghasilkan pasokan energi yang lebih terjangkau sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

"Dengan begitu kita akan mampu menyediakan energi yang terjangkau untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat," ucap pria asal Magelang, Jawa Tengah, tersebut.

Selain mengejar target ekonomi dan lingkungan, kata Darmawan, Prabowo juga menekankan pentingnya pemerataan akses energi. Menurut dia, keadilan sosial harus diwujudkan melalui langkah nyata, termasuk menghadirkan listrik bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan tersebut.

"Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bukan hanya tulisan di atas kertas, tapi harus diwujudkan dalam bentuk nyata, di mana beliau mengatakan yang selama 80 tahun ini ada saudara-saudara kita yang masih hidup dalam kegelapan," kata Darmawan.

Berita Lainnya

Rekomendasi