Senin 06 Jul 2026 15:53 WIB

BPS Terapkan Tiga Metode Pendataan pada Sensus Ekonomi 2026, Ini Penjelasannya

BPS memastikan seluruh data responden hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Friska Yolandha
Petugas sensus ekonomi 2026 melakukan pendataan tempat produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ikan kayu di Lambaro Skep, Banda Aceh, Aceh, Selasa (16/6/2026). Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh mengerahkan 5.328 orang yang merupakan bagian dari 251 ribu petugas di seluruh Indonesia untuk mendata berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari rumah tangga usaha, UMKM, pasar tradisional, warung makan, toko kelontong, hingga perusahaan besar pada sensus ekonomi yang berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Petugas sensus ekonomi 2026 melakukan pendataan tempat produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ikan kayu di Lambaro Skep, Banda Aceh, Aceh, Selasa (16/6/2026). Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh mengerahkan 5.328 orang yang merupakan bagian dari 251 ribu petugas di seluruh Indonesia untuk mendata berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari rumah tangga usaha, UMKM, pasar tradisional, warung makan, toko kelontong, hingga perusahaan besar pada sensus ekonomi yang berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menerapkan tiga metode pendataan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk menjangkau seluruh pelaku usaha di Indonesia. Ketiga metode tersebut meliputi pendataan mandiri secara daring (Computer Assisted Web Interviewing/CAWI), wawancara menggunakan telepon (Computer Assisted Telephone Interviewing/CATI), dan wawancara langsung atau door to door (Computer Assisted Personal Interviewing/CAPI).

Ketua Harian Sensus Ekonomi 2026 BPS Windhiarso Ponco Adi mengatakan penggunaan beberapa metode tersebut disesuaikan dengan karakteristik responden agar proses pendataan dapat berlangsung lebih efektif sekaligus menjaga kualitas data yang dikumpulkan. "Pendataan dilakukan melalui tiga metode. Ada yang mengisi sendiri secara online melalui CAWI, ada yang diwawancarai melalui telepon menggunakan CATI, dan ada juga yang didatangi langsung oleh petugas melalui CAPI," kata Windhiarso, di Jakarta, dikutip Senin (6/7/2026).

Baca Juga

Ia menjelaskan, metode CAWI memungkinkan responden mengisi kuesioner secara mandiri melalui tautan yang disiapkan BPS. Adapun CATI digunakan untuk responden yang dapat diwawancarai melalui sambungan telepon, sedangkan CAPI dilakukan dengan kunjungan langsung petugas ke rumah atau tempat usaha responden.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi