REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menerapkan tiga metode pendataan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk menjangkau seluruh pelaku usaha di Indonesia. Ketiga metode tersebut meliputi pendataan mandiri secara daring (Computer Assisted Web Interviewing/CAWI), wawancara menggunakan telepon (Computer Assisted Telephone Interviewing/CATI), dan wawancara langsung atau door to door (Computer Assisted Personal Interviewing/CAPI).
Ketua Harian Sensus Ekonomi 2026 BPS Windhiarso Ponco Adi mengatakan penggunaan beberapa metode tersebut disesuaikan dengan karakteristik responden agar proses pendataan dapat berlangsung lebih efektif sekaligus menjaga kualitas data yang dikumpulkan. "Pendataan dilakukan melalui tiga metode. Ada yang mengisi sendiri secara online melalui CAWI, ada yang diwawancarai melalui telepon menggunakan CATI, dan ada juga yang didatangi langsung oleh petugas melalui CAPI," kata Windhiarso, di Jakarta, dikutip Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, metode CAWI memungkinkan responden mengisi kuesioner secara mandiri melalui tautan yang disiapkan BPS. Adapun CATI digunakan untuk responden yang dapat diwawancarai melalui sambungan telepon, sedangkan CAPI dilakukan dengan kunjungan langsung petugas ke rumah atau tempat usaha responden.