Sabtu 04 Jul 2026 06:00 WIB

Kolaborasi dengan KAI, Kemenpar Incar Pasar Wisatawan Malaysia

Kemenpar menggandeng PT KAI.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ilustrasi wisatawan menggunakan kereta cepat Whoosh.
Foto: Republika/Prayogi
Ilustrasi wisatawan menggunakan kereta cepat Whoosh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar Malaysia melalui penyelenggaraan “Wonderful Indonesia Sales Mission 2026”. Ini sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), memperluas persebaran destinasi wisata, serta mendorong peningkatan kualitas belanja wisatawan selama berada di Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan kegiatan tersebut terselenggara atas dukungan penuh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan dilaksanakan di dua kota strategis, yakni Seremban, Negeri Sembilan pada 18 Juni 2026 serta Kuala Lumpur pada 19 Juni 2026.

Baca Juga

"Melalui kegiatan ini, Kemenpar tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asal Malaysia, tetapi juga mendorong persebaran kunjungan ke berbagai destinasi di Indonesia, memperpanjang lama tinggal atau length of stay serta meningkatkan pengeluaran wisatawan selama berwisata di Indonesia," kata Made dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, promosi tahun ini berfokus pada pengenalan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 5 Destinasi Pariwisata Regeneratif yang menawarkan pengalaman wisata berkualitas, berkelanjutan, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di destinasi.

Menurut Made, pelaksanaan Wonderful Indonesia Sales Mission 2026 memiliki nilai tambah melalui kolaborasi strategis dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas antardestinasi sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan terintegrasi bagi wisatawan.

"Keterlibatan PT KAI menjadi langkah strategis untuk memperkuat aksesibilitas wisata sekaligus memperkenalkan perjalanan kereta api sebagai bagian dari pengalaman berwisata di Indonesia," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kemenpar menghadirkan sekitar 25 pelaku industri pariwisata Indonesia (sellers) yang terdiri atas biro perjalanan wisata, perhotelan, pengelola destinasi, serta mitra industri terkait. Mereka dipertemukan secara langsung dengan sekitar 70 pelaku industri pariwisata Malaysia yang berasal dari Negeri Sembilan, Melaka, dan Kuala Lumpur.

Made berharap kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku industri pariwisata dapat semakin memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Malaysia di sektor pariwisata sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Melalui sinergi yang kuat bersama PT KAI dan para pelaku industri pariwisata, kami optimistis hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia di sektor pariwisata akan semakin erat serta memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Made.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi