Senin 22 Jun 2026 10:18 WIB

IHSG Dibuka Menguat, Pasar Cermati Kesepakatan AS dan Iran

IHSG dibuka menguat 39,91 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.217,05.

Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin diperkirakan bergerak mendatar seiring pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat domestik maupun global. IHSG dibuka menguat 39,91 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.217,05. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,74 poin atau 0,78 persen ke posisi 614,14.

“Kiwoom Research perlu mengingatkan bahwa level support penting terletak pada kisaran 6.030–5.930 seandainya IHSG masih perlu terkonsolidasi lagi,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Baca Juga

Dari mancanegara, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada negosiasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran setelah pembicaraan resmi di Swiss dibatalkan. Wakil Presiden AS JD Vance menarik diri, sementara Iran meminta bukti implementasi nota kesepahaman sebelum melanjutkan negosiasi.

Meski demikian, komunikasi kedua pihak masih berlangsung di tengah ancaman baru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan keputusan Iran kembali membatasi lalu lintas Selat Hormuz.

“Implementasi kesepakatan damai yang masih rapuh membuat risiko terhadap pasar energi, inflasi, dan sentimen global tetap perlu dicermati,” ujar Liza.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan Rusia tengah mempersiapkan serangan besar-besaran. Di sisi lain, Inggris mempercepat pengembangan rudal jarak jauh baru untuk Ukraina tanpa ketergantungan pada teknologi AS.

Pelaku pasar juga mencermati komentar Gubernur Federal Reserve Christopher Waller untuk mencari petunjuk arah suku bunga AS pascahasil Federal Open Market Committee (FOMC) yang lebih hawkish dari ekspektasi.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan pengumuman MSCI terkait Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6/2026) pagi untuk menentukan status pasar Indonesia, apakah tetap berada di kategori emerging market atau turun menjadi frontier market.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi