Jumat 19 Jun 2026 16:02 WIB

Status Emerging Market Indonesia Dinilai Tetap Aman, Ini Catatan Penting dari MSCI

Kualitas keterbukaan informasi dinilai menjadi kunci tingkatkan kepercayaan investor.

Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (AEI) David Sutyanto menilai hasil ulasan MSCI dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia di tengah persaingan memperebutkan arus investasi global. Menurut David, hasil evaluasi tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai sentimen negatif bagi pasar keuangan domestik, melainkan sebagai masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas ekosistem investasi nasional.

"Hasil ini bukan sinyal negatif terhadap pasar modal Indonesia, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pasar agar semakin kompetitif di mata investor global," ujar David dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga

Ia menjelaskan sejumlah indikator utama dalam penilaian MSCI masih menunjukkan fondasi pasar modal Indonesia yang solid. Beberapa aspek seperti persyaratan investor, batas kepemilikan asing, ruang kepemilikan asing, kebebasan arus modal, pembukaan rekening investor, regulasi pasar, sistem kustodian, perdagangan, hingga ketersediaan instrumen investasi memperoleh penilaian positif.

Menurut David, capaian tersebut menunjukkan bahwa dari sisi infrastruktur, keterbukaan, dan aksesibilitas, pasar modal Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi yang diperhitungkan investor global, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

"Hal ini menunjukkan pasar Indonesia masih berada dalam radar utama investor global sebagai salah satu pasar berkembang yang penting," katanya.

Meski demikian, David mengakui masih terdapat ruang perbaikan pada aspek information flow atau arus informasi. Namun, catatan tersebut dinilai bukan merupakan kelemahan struktural yang sulit dibenahi.

Sebaliknya, evaluasi itu menjadi pengingat bagi regulator, bursa, emiten, analis, dan seluruh pelaku pasar untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi, konsistensi komunikasi, serta akses data yang lebih setara bagi investor domestik maupun asing.

Menurut dia, kualitas informasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik investasi. Investor global tidak hanya mempertimbangkan ukuran pasar dan tingkat likuiditas, tetapi juga kemudahan memperoleh informasi yang kredibel, transparan, tepat waktu, dan sesuai standar internasional.

Karena itu, agenda perbaikan arus informasi perlu menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan investor.

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi