Kamis 11 Jun 2026 06:56 WIB

Pemerintah Targetkan 10 Juta Wirausaha Baru hingga 2029

Bursa Wirausaha Unggulan diluncurkan untuk memperluas akses pengembangan usaha.

Pengunjung melihat koleksi tanaman yang dipajang pada pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (5/8/2025). Dengan mengusung tema Biodiversitas dalam Harmoni Jakarta Menuju Kota Global Berbudaya, pameran ini menampilkan aneka tanaman hias, tanaman buah, hewan peliharaan serta kuliner dari UMKM.
Foto: Republika/Prayogi
Pengunjung melihat koleksi tanaman yang dipajang pada pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (5/8/2025). Dengan mengusung tema Biodiversitas dalam Harmoni Jakarta Menuju Kota Global Berbudaya, pameran ini menampilkan aneka tanaman hias, tanaman buah, hewan peliharaan serta kuliner dari UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha baru hingga 2029 sebagai upaya meningkatkan rasio kewirausahaan nasional dan memperluas penyerapan tenaga kerja. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Kementerian UMKM meluncurkan program Bursa Wirausaha Unggulan sebagai salah satu langkah memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.

Maman mengatakan program tersebut dirancang untuk memudahkan generasi muda, calon wirausaha, pelaku UMKM, dan pengusaha mengakses berbagai layanan pengembangan usaha secara terintegrasi. Layanan itu mencakup peningkatan kapasitas, pengurusan legalitas, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.

Baca Juga

Menurut dia, Bursa Wirausaha Unggulan menjadi bagian dari upaya pemerintah melakukan pembinaan dan pemberdayaan kewirausahaan secara komprehensif dari hulu hingga hilir.

"Tujuannya adalah menghasilkan pengusaha-pengusaha yang tangguh. Dari proses awal kami dampingi, kami bekali kompetensi, mental usaha, dan perencanaan bisnis yang baik, hingga pada akhirnya kami buka akses pembiayaan dan pemasarannya," ujar Maman di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Melalui program tersebut, peserta memperoleh pendampingan mulai dari pelatihan, penguatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, pelatihan manajemen keuangan, hingga akses pembiayaan dan pemasaran.

Akses pembiayaan yang difasilitasi mencakup pembiayaan formal melalui perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), maupun pembiayaan nonformal melalui perusahaan teknologi finansial (fintech) dan mitra lainnya.

Kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi