Jumat 05 Jun 2026 20:30 WIB

BCA Cairkan Dividen Interim Rp20 per Saham Akhir Juni

Pastikan investor sudah tercatat dalam daftar pemegang saham paling lambat 18 Juni.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah  254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 setelah seharian berkutat di zona merah pada rentang 5.841-6.213.
Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 setelah seharian berkutat di zona merah pada rentang 5.841-6.213.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investor ritel dan masyarakat pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bakal mendapat suntikan segar ke dompet mereka lebih cepat. Bank swasta terbesar di tanah air ini membuat gebrakan baru dengan mempercepat pencairan keuntungan lewat skema pembagian dividen interim sebanyak tiga kali dalam setahun.

Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi para investor skala kecil yang mengandalkan perputaran arus kas bulanan dari pasar saham. Pada termin pertama kuartal II 2026 ini, tiap lembar saham berkode BBCA bakal diganjar jatah tunai sebesar Rp20.

Baca Juga

Langkah manajemen mempercepat bagi-bagi rezeki ini bukan tanpa alasan. Geliat aktivitas ekonomi masyarakat yang menabung dan meminjam modal di bank sepanjang awal tahun ini membuat isi brankas BCA makin tebal.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menegaskan bahwa percepatan pembagian keuntungan ini murni dilakukan untuk memberikan nilai tambah langsung bagi para pemodal yang setia menaruh dananya di BCA. Kondisi modal yang kuat dan likuiditas yang melimpah membuat pihak manajemen berani mengambil langkah tak biasa ini.

"Kami bersyukur dapat mulai merealisasikan rencana pembagian dividen interim pada kuartal II tahun buku 2026 ini. Hal ini menjadi terobosan baru bagi perseroan, dan diharapkan dapat menambah cashflow bagi pemegang saham," kata Hendra di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement