Rabu 03 Jun 2026 12:02 WIB

BP BUMN PanggIl Direksi PLN, Bahas Hal Ini

PLN memaparkan berbagai langkah strategis yang tengah dijalankan.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria memanggil direksi PLN pada Selasa (2/6/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria memanggil direksi PLN pada Selasa (2/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria memanggil direksi PLN pada Selasa (2/6/2026). Dony menyampaikan sejumlah pembahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari perkembangan program streamlining PLN Group, realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta langkah penguatan sistem kelistrikan pasca gangguan yang terjadi di Sumatera. 

"Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memastikan transformasi PLN berjalan selaras dengan agenda ketahanan energi nasional serta penguatan daya saing BUMN," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga

Dalam pertemuan tersebut, ucap Dony, PLN memaparkan berbagai langkah strategis yang tengah dijalankan untuk memperkuat kinerja perusahaan dan mendukung keandalan pasokan listrik nasional. Dony mengatakan salah satu fokus utama adalah percepatan program streamlining PLN Group melalui konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, serta penyederhanaan struktur usaha.  

Dony mengungkapkan sejumlah rencana aksi korporasi perusahaan listrik pelat merah tersebut. PLN, ucap Dony, menargetkan jumlah entitas usaha dapat dirampingkan dari 44 entitas menjadi 23 entitas hingga 2028 guna meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi 

“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” ungkap Dony.

Selain transformasi korporasi, lanjut Dony, PLN juga melaporkan perkembangan implementasi RUPTL 2025–2034 yang menunjukkan progres positif. Dari total proyek yang direncanakan, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap eksekusi. 

"Capaian tersebut mencerminkan komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, mulai dari pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat," sambung dia.  

Dony menambahkan pembahasan juga menyoroti langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan pasca gangguan yang terjadi di Sumatera. Ia mengatakan PLN terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem guna meningkatkan keandalan pasokan listrik. 

Dony mengatakan sejumlah proyek strategis tengah disiapkan, termasuk penguatan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatera, pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV. Kemudian, penambahan kapasitas pembangkit di berbagai wilayah guna memperkuat ketahanan sistem dan meminimalkan risiko gangguan di masa mendatang. 

"Melalui transformasi korporasi yang berkelanjutan, percepatan implementasi RUPTL, dan penguatan sistem kelistrikan nasional, diharapkan PLN semakin siap menjalankan perannya sebagai penyedia tenaga listrik nasional yang andal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan agenda transisi energi Indonesia," kata Dony. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement