REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara perusahaan mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Siklus peningkatan kompetensi karyawan kini dituntut berlangsung lebih cepat seiring disrupsi teknologi yang terus berkembang di berbagai sektor industri.
Ketua Dewan Juri Best Human Capital Awards 2026, Hary Budiarto, mengatakan perusahaan saat ini menghadapi tekanan besar akibat kondisi geopolitik global, kenaikan biaya energi, hingga perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Menurut dia, perusahaan yang tidak mampu berinovasi akan sulit bertahan di tengah persaingan bisnis.
“Perusahaan harus memiliki inovasi agar tetap eksis. Dan inovasi itu kuncinya ada pada SDM yang memiliki kapasitas dan kemampuan memahami perkembangan teknologi,” ujar Hary dalam Malam Puncak Best Human Capital Awards 2026 di Jakarta, Kamis (22/5/2026).
Ia menjelaskan pengembangan human capital saat ini tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan kapasitas SDM, tetapi juga bagaimana organisasi mampu menciptakan efisiensi melalui pemanfaatan teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), otomatisasi, hingga drone.
Menurut dia, sebagian besar perusahaan sebenarnya mulai menyadari pentingnya transformasi SDM berbasis teknologi digital, terutama AI. Namun implementasinya dinilai masih belum berjalan secara terstandarisasi sehingga dibutuhkan lebih banyak knowledge sharing antarpelaku industri.
Hary menilai perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan mengubah pola kerja di berbagai sektor. Kondisi tersebut membuat proses peningkatan kompetensi SDM kini menjadi jauh lebih singkat dibanding sebelumnya.
“Dulu pengembangan kapasitas SDM mungkin dilakukan tiga tahun sekali. Sekarang orang harus belajar lebih cepat karena perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan AI tetap hanya menjadi alat bantu, sementara keputusan strategis tetap berada di tangan manusia. Karena itu, pengembangan human capital di era digital dinilai tetap harus mengedepankan etika dan nilai kemanusiaan.
“AI adalah tool. Manusia tetap menjadi pengambil keputusan utama. Karena itu etika AI dan tata kelola AI juga menjadi sangat penting,” ujar Hary.
Sementara itu, CEO Business Asia Indonesia sekaligus Ketua Penyelenggara Best Human Capital Awards 2026, Juanda Jafar, mengatakan transformasi SDM kini menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah perubahan ekonomi dan teknologi.
Menurut dia, pengembangan SDM yang efektif merupakan investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
Ajang Best Human Capital Awards 2026 digelar oleh Business Asia Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, dengan tema “Transformasi SDM untuk Percepatan Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan”. Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah perusahaan dan instansi yang dinilai berhasil membangun sistem pengembangan SDM unggul berbasis inovasi dan teknologi.