Kamis 30 Apr 2026 14:51 WIB

Mulai Hari Ini, QRIS Bisa Digunakan Transaksi di China

Gubernur BI berpesan, warga yang pergi ke Tiongkok cukup gunakan ponsel.

Pembeli melakukan transaksi menggunakan QRIS. Kini, QRIS bisa digunakan di China.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pembeli melakukan transaksi menggunakan QRIS. Kini, QRIS bisa digunakan di China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara ke China mulai Kamis (30/4/2026). Hal itu memungkinkan transaksi inbound dan outbound antara masyarakat Indonesia dan China melalui pemindaian kode QR.

Namun, penggunaan QR dari China saat ini masih terbatas, antara lain UnionPay QR, Alipay QR, serta unified QR berlogo UnionPay dan Alipay. Adapun QR China lainnya, termasuk WeChat Pay QR, masih dalam tahap pengembangan dan penyesuaian teknologi.

Baca Juga

"Jadi, setiap kali kita pergi ke Tiongkok atau warga Tiongkok datang ke Indonesia, jangan gunakan uang tunai, cukup gunakan ponsel Anda dan voila, Anda bisa membeli apa saja," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat peluncuran di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur Perry, serta capaian Indonesia di sektor keuangan dan digital. Menurut dia, di tengah perubahan global yang cepat, sektor perbankan perlu beradaptasi dengan inovasi, kecerdasan buatan (AI), dan digitalisasi.

Termasuk melalui penguatan investasi pada teknologi dan sumber daya manusia. "Kami menantikan peluncuran resmi QRIS (QRIS yang terhubung dengan QR China) dan akan terus memperluas partisipasi serta penerimaan, dengan melibatkan lebih banyak bank dan institusi pembayaran. Kami sangat antusias dengan masa depan yang menanti kita semua," kata Wang.

Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem memandang kerja sama ini sebagai peluang besar, mengingat China dan Indonesia sama-sama merupakan pemain yang unggul dalam ekonomi digital.

Menurut Santoso, kolaborasi ini akan mendorong kemudahan transaksi, terutama seiring tingginya mobilitas wisatawan kedua negara, serta berpotensi mempererat hubungan bisnis ke depan melalui transaksi lintas negara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement