Rabu 29 Apr 2026 12:20 WIB

Perlintasan Liar Dijaga Ormas, Bos KAI: Tidak Ada Kompromi, Tutup!

Saat ini terdapat sekitar 1.800 perlintasan sebidang.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
Kondisi perlintasan sebidang di di Jalan Ampera, Bekasi Timur, Selasa (26/4/2026). Insiden tertempernya taksi oleh KRL comuterline di lokasi itu jadi awal kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur.
Foto: M Noor Alfian Choir/Republika
Kondisi perlintasan sebidang di di Jalan Ampera, Bekasi Timur, Selasa (26/4/2026). Insiden tertempernya taksi oleh KRL comuterline di lokasi itu jadi awal kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin memberikan peringatan keras terhadap sejumlah pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) yang membuat perlintasan sebidang liar. Bobby mengatakan KAI bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan penertiban perlintasan liar. 

"Selama itu tidak memenuhi syarat-syarat untuk menjamin keselamatan, maka kami harus tutup. Apakah menutup itu dengan jalur hukum, maka kami akan tempuh," ujar Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (28/4/2036).

Baca Juga

Bobby menyampaikan tindakan tegas ini merupakan bentuk tindaklanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terhadap 1.800 perlintasan sebidang. Bobby mengatakan KAI akan melakukan peningkatan atau pemenuhan syarat-syarat dari keelamatan dalam bentuk flyover atau memasang palang pintu yang bersistem.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden kemarin, kita langsung hari ini jalan untuk membenahi dan melakukan aksi-aksi yang sangat penting untuk menangani perlintasan-perlintasan ini," ucap Bobby. 

KAI, lanjut Bobby, telah memiliki data 1.800 perlintasan sebidang dengan menetapkan skala prioritas yang membahayakan perjalanan kereta. Bobby berharap dukungan masyarakat untuk tidak membuat perlintasan liar. 

"Saya ulangi, tidak membuat perlintasan liar lagi. Ketika membuat perlintasan liar ini, maka menghalangi visibility dari masinis kami," lanjut Bobby. 

Bobby juga meminta masyarakat menjaga perlintasan resmi yang telah dipasangi alat sensor. Bobby berharap masyarakat bisa mematuhi operasional sistem palang pintu resmi dengan berhenti saat kereta hendak melintas. 

"Tidak ada kompromi, tidak ada toleransi untuk keselamatan. Kita sudah lihat, sedikit saja aspek keselamatan terganggu, sedemikian banyak korban yang berjatuhan. Jika tidak memenuhi persyaratan, maka kami akan tutup," kata Bobby. 

photo
Kendaraan melintas di perlintasan kereta api (KA) sebidang tanpa palang pintu di Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/8/2024). Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar, terdapat 299 perlintasan sebidang di provinsi itu dan 187 di antaranya tanpa palang pintu atau perlintasan liar. - (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement