Selasa 28 Apr 2026 12:20 WIB

Soal Taksi Green SM, Menhub Bakal Evaluasi

Menhub telah memerintahkan Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu pihak Green SM.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Satria K Yudha
Kondisi taksi Green SM yang disemper KRL sebelum kejadian tabrakan maut kereta di dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Foto: Budi Raharjo/Republika
Kondisi taksi Green SM yang disemper KRL sebelum kejadian tabrakan maut kereta di dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan akan mengevaluasi taksi Green SM imbas kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. Dudy mengaku  telah memerintahkan Dirjen Perhubungan Darat untuk menemui manajemen pihak operator taksi hijau tersebut.

"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi, mudah-mudahan kalau jadi hari ini pastinya," ujar Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Taksi listrik Green SM Indonesia menjadi sorotan setelah musibah tabrakan Kereta Argo Bromo yang menghantam KRL commuterline di Stasiun Bekasi Timur. Sebab, sebelum kejadian tersebut, ternyata didahului peristiwa tabrakan lain tak jauh dari stasiun yang melibatkan operator taksi yang masih satu grup dengan pabrikan otomotif Vinfast asal Vietnam. Seluruh armada Green SM Indonesia menggunakan merek Vinfast.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement