Rabu 22 Apr 2026 14:50 WIB

Pemerintah Siap Ambil Alih Utang KCIC, Skema Masih Dimatangkan

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga proyek tetap berjalan.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Penumpang kereta cepat Whoosh berjalan untuk memasuki gerbong di Stasiun KCIC Halim, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Sejak dibukanya Posko Angkutan Lebaran hingga hari ini, penjualan tiket Whoosh telah mencapai lebih dari 100 ribu. Khusus hari ini, volume penjualan tercatat sekitar 14 ribu tiket dan masih berpotensi bertambah hingga keberangkatan terakhir. Sejumlah pemudik mengakui Whoosh membuat perjalanan lebih cepat dan efisien.
Foto: Republika/Prayogi
Penumpang kereta cepat Whoosh berjalan untuk memasuki gerbong di Stasiun KCIC Halim, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Sejak dibukanya Posko Angkutan Lebaran hingga hari ini, penjualan tiket Whoosh telah mencapai lebih dari 100 ribu. Khusus hari ini, volume penjualan tercatat sekitar 14 ribu tiket dan masih berpotensi bertambah hingga keberangkatan terakhir. Sejumlah pemudik mengakui Whoosh membuat perjalanan lebih cepat dan efisien.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah kembali memberi sinyal akan mengambil alih pengelolaan beban utang proyek kereta cepat Jakarta - Bandung. Namun, yang diambil alih bukan badan usaha PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), melainkan kewajiban utangnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan terkait hal tersebut sebenarnya sudah ada. Namun, pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono.

Baca Juga

“Nanti setelah diumumkan Pak AHY. Saya pikir saya tidak berhak ngomong sekarang. Nanti tanya Pak AHY,” ujar Purbaya usai Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menegaskan, keputusan sudah final, tetapi belum bisa disampaikan ke publik. “Yang jelas sudah putus, cuma belum saatnya diumumkan dan saya tidak berhak menyampaikan,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah masih merapikan skema yang akan dipakai. COO sekaligus Kepala BP BUMN Donny Oskaria menyebut pembahasan masih berjalan.

“Iya kemungkinan. Ini sedang kita rapatkan. Mudah-mudahan segera selesai. Ada beberapa skema yang kita siapkan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement