Selasa 03 Nov 2026 17:25 WIB

Dengarkan Suara 'Anker', KAI Batalkan Perubahan Nama Kereta

KAI mengembalikan nama lama kereta demi menjaga sejarah dan layanan.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
Penumpang bersiap menaiki Kereta Api Gumarang tujuan Surabaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (8/7/2022). Dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha 2022 tercatat sebanyak 14.470 penumpang kereta jarak jauh diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Penumpang bersiap menaiki Kereta Api Gumarang tujuan Surabaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (8/7/2022). Dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha 2022 tercatat sebanyak 14.470 penumpang kereta jarak jauh diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memutuskan membatalkan perubahan nama Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dalam penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan keputusan ini diambil usai mendengarkan suara pada pengguna jasa kereta api di media sosial. 

"Ada beberapa kereta yang memang (namanya) digabungkan untuk simplify, tetapi ternyata banyak sekali masukan yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan layanan operasi maupun sejarah perkeretaapian ini sehingga kita memutuskan untuk dikembalikan," ujar Anne dalam konferensi pers di Restoran Amanaia Menteng, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dalam Gapeka 2026 yang rencananya berlaku mulai 1 Desember 2026 terpantau sejumlah kereta sempat mengalami perubahan nama dalam aplikasi Access by KAI pada Senin (2/11/2026). Sebagai contoh, KA Gumarang dan KA Kertajaya yang berubah menjadi KA Dharmawangsa, pun dengan KA Sembrani dan KA Argo Anjasmoro relasi Gambir - Surabaya Pasar Turi yang menjadi KA Anggrek untuk keberangkatan setelah 1 Desember 2026. 

Berita Lainnya

Rekomendasi