Rabu 25 Feb 2026 20:35 WIB

Transformasi Digital Percepat Layanan Perizinan Bangunan

Integrasi antrean dan manajemen layanan membantu mempercepat proses.

Transformasi digital mempercepat proses pelayanan publik.
Foto: Ist
Transformasi digital mempercepat proses pelayanan publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Mal Pelayanan Publik Siola Surabaya dapat diselesaikan sekitar 15 menit. Percepatan ini menunjukkan dampak transformasi digital dalam meningkatkan efisiensi layanan publik di daerah.

Kecepatan layanan tersebut didukung sistem antrean digital yang membantu menata alur kedatangan dan proses layanan. Sistem ini memungkinkan antrean lebih tertib, waktu tunggu lebih terukur, dan proses layanan berjalan lebih transparan.

Baca Juga

Pengunjung memperoleh nomor antrean digital dan dipanggil otomatis sesuai urutan. Informasi antrean dan estimasi waktu layanan dapat dipantau secara real time, sehingga masyarakat memiliki kepastian dalam proses pelayanan.

Di sisi petugas, sistem digital membantu mengurangi pengaturan antrean manual. Petugas dapat lebih fokus pada verifikasi dokumen dan penyelesaian administrasi, sehingga alur pelayanan menjadi lebih efisien.

Dalam layanan PBG, integrasi antrean dan manajemen layanan membantu mempercepat proses sejak penerimaan hingga penyelesaian administrasi. Kecepatan layanan tetap dipengaruhi kelengkapan dokumen pemohon dan kesiapan sistem yang terintegrasi.

MPP Siola menjadi pusat layanan terpadu yang menyediakan berbagai layanan perizinan dan administrasi dalam satu lokasi. Model layanan ini memudahkan masyarakat dan mendorong standar pelayanan publik yang lebih efisien.

Manajer Sales InterActive Group Kosim mengatakan, pihaknya melihat kebutuhan layanan publik yang cepat dan tertata terus meningkat. “Melalui penerapan InterQue di MPP Siola Surabaya, kami berupaya mendukung pengelolaan antrean yang lebih rapi, transparan, dan terukur sehingga masyarakat dapat merasakan proses layanan yang lebih efisien,” ujar Kosim dalam siaran pers, Rabu (25/2/2026).

Kosim mengatakan, sistem antrean digital membantu petugas fokus pada proses verifikasi dan penyelesaian administrasi. “Kecepatan layanan tentu tetap bergantung pada kelengkapan dokumen dan kesiapan sistem yang terintegrasi, namun dengan dukungan teknologi, alur pelayanan dapat berjalan lebih optimal dan terkendali.”

Perusahaan tersebut juga menyatakan komitmennya mendukung penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik melalui penyediaan solusi digital terintegrasi. Pengembangan layanan ke depan diarahkan pada integrasi antrean digital, notifikasi layanan, dan dashboard pemantauan untuk meningkatkan efisiensi layanan publik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement