Kamis 12 Feb 2026 15:58 WIB

Pemprov Jakarta dan Pemkab Cianjur Jalin Kerja Sama Pasokan Pangan

Sinergi antara daerah diperlukan untuk saling menopang kebutuhan pangan.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Satria K Yudha
Pemprov Jakarta dan Pemkab Cianjur menjalin kerja sama terkait ketahanan pangan.
Foto: Food station
Pemprov Jakarta dan Pemkab Cianjur menjalin kerja sama terkait ketahanan pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menjalin kerja sama  dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk memperkuat ketahanan pangan ibu kota, di Kabupaten Cianjur, Kamis (12/2/2026). Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan pangan Jakarta tetap aman dan harga terjaga.

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengatakan, sinergi antara daerah diperlukan untuk saling menopang, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan.

Baca Juga

“Kami ingin pasokan terjaga dan harga tetap wajar. Kita ingin petani tersenyum, dan warga Jakarta merasa tenang menyambut Ramadan, Imlek, serta hari-hari besar lainnya dengan ketersediaan stok pangan yang cukup. Lebih dari itu, kita ingin membangun jembatan yang kokoh antara lumbung dan pasar, antara petani dan keluarga-keluarga di ibu kota,” kata Rano, Kamis.

Menurutnya, fondasi kerja sama telah dimulai melalui kemitraan antara PT Food Station dan pelaku usaha di Cianjur. Harapannya, harga kebutuhan pokok tetap stabil dan Jakarta dapat memperoleh pasokan dengan mudah.

“Saya berharap ini bukan hanya panen hasil, tetapi juga panen harapan. Harapan agar anak-anak petani bisa mengenyam pendidikan tinggi dan menjadi insinyur, harga tidak mempermainkan keringat petani, dan Jakarta serta Cianjur tumbuh bersama dalam solidaritas, bukan kompetisi,” ujar Rano.

Selain penandatanganan MoU, Rano dan Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi melakukan panen bersama di Kertajaya, Ciranjang. Kegiatan ini bagian dari kerja sama Pembelian Siaga antara BUMD DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya dengan PT Tunas Bumi Emas Lestari.

Direktur Utama Food Station Dodot Tri Widodo menyatakan, panen bersama ini menjadi langkah konkret menjaga stabilitas pasokan beras di DKI Jakarta. Total luas lahan kerja sama mencapai 150 hektare dengan 140 petani dari 7 kelompok tani.

Dalam kerja sama ini, selain padi IR 64/Inpari 32, ditanam juga varietas unggulan Cianjur, Pandanwangi, di lahan seluas 50 hektare. Varietas ini hanya bisa ditanam di tujuh kecamatan dan luas tanamnya menurun.

“Food Station selain menyerap beras varietas umum, juga menyerap varietas Pandanwangi yang hanya dapat ditanam di Cianjur,” kata Dodot.

Produk beras Pandanwangi merek Ciwangi dipasarkan di Jabodetabek dan Bali dengan kebutuhan mencapai 10 ton per bulan. Selama ini, pasokan terbatas. “Melalui kerja sama ini diharapkan minat petani menanam Pandanwangi meningkat kembali,” tambahnya.

Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi mengapresiasi kerja sama ini sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, sekaligus menjamin keberlanjutan pasokan pangan Jakarta dan Cianjur.

“Sebagai tetangga, kita saling mendukung. Alhamdulillah, sejak dulu Cianjur menjadi perhatian Pemprov DKI untuk diberikan dukungan. Kebutuhan pangan Jakarta tinggi, dan ini tantangan baik bagi Cianjur untuk berkontribusi memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Abi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement