Selasa 20 Jan 2026 16:22 WIB

BGN Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Pemasok Program MBG

Hingga 20 Januari 2026 terdapat 61.857 pemasok bahan baku pangan MBG.

Siswa membawa makan bergizi gratis di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/1/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Siswa membawa makan bergizi gratis di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana berharap semakin banyak Koperasi Desa Merah Putih berperan sebagai pemasok bahan baku pangan Program Makan Bergizi Gratis pada 2026. Penguatan pemasok berbasis desa dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pasokan dan dampak ekonomi lokal.

“Diharapkan tahun ini kontribusi Koperasi Desa Merah Putih akan terus meningkat,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga

BGN mencatat hingga 20 Januari 2026 terdapat 61.857 pemasok bahan baku pangan MBG. Jumlah tersebut terdiri dari 7.098 koperasi, 806 BUMDes, 82 BUMDesma, 26.899 UMKM, 26.773 pemasok lain, serta 199 Koperasi Desa Merah Putih.

Sementara itu, penerima manfaat Program MBG tercatat mencapai 59,86 juta orang. Penerima meliputi balita, PAUD, Raudhatul Athfal, peserta didik sekolah, pesantren, hingga tenaga pendidik. “Dari segi penerima manfaat makan bergizi ada sekitar 59,86 juta orang,” kata Dadan.

BGN menilai perluasan cakupan penerima manfaat dari pondok pesantren dan sekolah keagamaan masih memiliki ruang besar. Untuk itu, peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menjadi fokus pada awal 2026.

“Kami masih harus meningkatkan cakupan pondok pesantren dan sekolah keagamaan lain. SPPG perlu dibangun sejak awal tahun karena pesantren baru mencakup sekitar 534.000 penerima manfaat,” kata Dadan.

Ia menyebut pendataan lapangan masih terus dilakukan karena tidak seluruh pesantren tercatat di Kementerian Agama. Pembaruan data rutin dipandang penting untuk memperluas jangkauan program.

Per hari ini, BGN mencatat 21.102 SPPG telah menjangkau 59,86 juta penerima manfaat dengan kebutuhan dana operasional harian mencapai Rp855 miliar.

Dari total anggaran MBG, sekitar 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan baku pangan, 20 persen untuk operasional termasuk relawan, dan 10 persen untuk insentif mitra.

Program Makan Bergizi Gratis mulai berjalan pada 6 Januari 2025 dengan 190 SPPG di 26 provinsi dan terus diperluas seiring peningkatan kapasitas layanan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement