Kamis 01 Jan 2026 05:11 WIB

Menhub Minta Stakeholder Bersiap Hadapi Arus Balik Nataru

Menhub menilai kesiapan arus balik menjadi krusial.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ahmad Fikri Noor
Dua orang calon penumpang kapal melintas di atas jembatan pejalan kaki Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad (21/12/2025).
Foto: ANTARA FOTO/ Budi Candra Setya
Dua orang calon penumpang kapal melintas di atas jembatan pejalan kaki Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad (21/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta seluruh pemangku kepentingan transportasi lintas moda bersiaga penuh menghadapi arus balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Arus balik diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Menhub menilai kesiapan arus balik menjadi krusial seiring tingginya mobilitas masyarakat selama masa Nataru. Hingga H+5 Natal 2025 atau 30 Desember 2025, akumulasi pergerakan penumpang angkutan umum tercatat mencapai 14.951.649 orang, naik 6,57 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 14.029.327 orang.

Baca Juga

“Untuk arus balik, kami meminta seluruh stakeholder transportasi mempersiapkannya dengan baik, termasuk memetakan titik rawan kepadatan dan memperkuat pelayanan di simpul-simpul transportasi,” kata Dudy saat media briefing di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Nataru 2025/2026, moda kereta api melayani 5.380.544 penumpang hingga H+5 Natal. Angkutan udara mencatat 3.496.901 penumpang, angkutan penyeberangan 2.578.163 penumpang, angkutan darat 2.251.733 penumpang, serta angkutan laut 1.244.308 penumpang.

Menhub menilai lonjakan mobilitas tersebut juga dipengaruhi kebijakan stimulus penurunan tarif transportasi yang diamanahkan Presiden Prabowo Subianto. “Kebijakan ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan kami berharap pergerakan tetap terkelola hingga akhir masa Nataru,” ujar Dudy.

Dalam menghadapi arus balik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong penyedia jasa angkutan umum menyiapkan cadangan armada serta menambah petugas sesuai kebutuhan lapangan. Pada angkutan jalan, rekayasa lalu lintas disiapkan secara situasional mengikuti dinamika arus kendaraan.

Contraflow atau one way akan diterapkan sesuai kondisi lapangan bersama stakeholder terkait agar arus balik tetap lancar,” ucap Dudy.

Di tengah peningkatan pergerakan penumpang, Menhub juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan. Sejumlah insiden kecelakaan yang terjadi selama masa Nataru menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah pencegahan.

Dudy mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan balik secara cermat dan memanfaatkan informasi resmi lalu lintas serta cuaca. Kepatuhan terhadap aturan dan arahan petugas diharapkan menjaga perjalanan tetap aman hingga berakhirnya masa angkutan Nataru 2025/2026.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement