Kamis 18 Dec 2025 21:10 WIB

INA Jelaskan Layanan Direct Call Buat Rantai Logistik Lebih Efisien

Potensi penghematan biaya terminal sekitar Rp 40 triliun di BNCT masuk dampak sosial.

Proses bongkar muat di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Foto: Dok Injourney
Proses bongkar muat di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Potensi penghematan biaya terminal handling charges (THC) sekitar Rp 40 triliun di Belawan New Container Terminal (BNCT) masuk dalam laporan dampak sosial dan ekonomi. Indonesia Investment Authority (INA) memastikan angka itu merupakan estimasi dampak ekonomi kumulatif yang dihitung untuk periode konsesi.

Head of ESG INA, Fetriza Rinaldy, membeberkan secara teknis mekanisme yang mendasarkan penghematan fantastis itu adalah layanan direct call. Sehingga potensi penghematan itu bukan klaim realisasi kas jangka pendek.

Baca Juga

"Secara teknis, mekanisme direct call memungkinkan kapal internasional bersandar langsung di BNCT tanpa melalui pelabuhan transshipment regional," kata Fetriza melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Dia menjelaskan, layanan direct call membuat rantai logistik menjadi lebih sederhana dan efisien. "Efisiensi ini muncul karena kargo tidak lagi dipindahkan (re-handling) di pelabuhan perantara, biaya bongkar-muat tambahan di pelabuhan transshipment dapat dihindari, serta kebutuhan akan biaya penanganan terminal ganda berkurang," jelas Fetriza.

Menurut dia, penghematan THC tidak berasal dari penurunan tarif satuan di BNCT. Angka itu didapat dari penghilangan lapisan biaya tambahan yang sebelumnya muncul akibat proses pemindahan muatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement