Kamis 18 Dec 2025 12:42 WIB

Pemerintah Kebut Pembangunan Hunian Sementara di Agam

Rencananya akan dibangun huntara sebanyak 133 unit.

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi lokasi terdampak bencana di Posko Pengungsi di SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar, Kamis (18/12/2025).
Foto: BPMI Setpres
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi lokasi terdampak bencana di Posko Pengungsi di SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar, Kamis (18/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Agam menjadi lokasi paling parah terdampak banjir dan tanah longsor di provinsi tersebut.

Dari video yang dibagikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), alat berat sudah mulai meratakan tanah di lokasi calon pembangunan huntara pada Rabu (17/12). Sejumlah material bangunan juga sudah tiba.

Baca Juga

Puluhan tentara yang menggunakan sepatu bot tampak dikerahkan ke lokasi. Ada pula personel dari BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang tengah mengukur lapak huntara.

Huntara untuk warga terdampak bencana di Palembayan akan dibangun di lapangan bola SDN 05 Kayu Pasak. Rencananya akan dibangun sebanyak 133 unit dengan lahan yang disiapkan seluas 6.000 meter.

“Direncanakan (huntara yang dibangun) berformat kopel atau barak, dengan masing-masing kopel terdiri dari dua unit. Saat ini proses pematangan jalan,” demikian laporan BNPB, dikutip dari Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat kebutuhan huntara di 16 kecamatan terdampak di Agam sebanyak 525 unit. Rumah-rumah yang terdapat di tujuh kecamatan teridentifikasi rusak berat. Untuk itu percepatan pembangunan huntara diperlukan.

“Sebanyak 525 unit huntara itu diperuntukkan bagi korban yang rumahnya rusak berat atau tidak memungkinkan lagi untuk dihuni,” kata Kepala BPBD Agam Rahmat Lasmono.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akan mulai dilaksanakan pada bulan ini.

Dia menegaskan, pada tahap awal telah tersedia kesiapan pembangunan sebanyak 2.603 unit huntap yang akan langsung dilaksanakan bulan ini, meskipun penanganan bencana masih berada pada fase tanggap darurat.

“Saat ini sudah siap dibangun 2.603 rumah untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini bukan hunian sementara, tapi hunian tetap. Doakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi kita sudah mulai membangun,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement