Rabu 17 Dec 2025 13:27 WIB

Bapanas Perkuat Distribusi Pangan demi Stabilitas Harga Jelang Nataru

Fasilitasi distribusi difokuskan ke wilayah terluar mengantisipasi tekanan pasokan.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Gita Amanda
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengandalkan intervensi distribusi sebagai instrumen utama untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), terutama di wilayah terluar dan kepulauan. (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengandalkan intervensi distribusi sebagai instrumen utama untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), terutama di wilayah terluar dan kepulauan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengandalkan intervensi distribusi sebagai instrumen utama untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), terutama di wilayah terluar dan kepulauan. Skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) digerakkan untuk memastikan pasokan tetap lancar di daerah yang menghadapi tekanan stok dan tantangan logistik.

Melalui FDP, Bapanas menanggung biaya pengiriman pangan dari daerah sentra produksi ke wilayah yang mengalami defisit pasokan atau fluktuasi harga. Intervensi ini diarahkan untuk menutup celah distribusi antardaerah sekaligus menjaga keseimbangan pasokan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi akhir tahun.

Baca Juga

“Ini bukan sekadar beras, tetapi bentuk kehadiran pemerintah di tengah rakyat,” ujar Wakil Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Heronimus Makainas, beberapa hari lalu.

Menjelang momentum Nataru, intervensi distribusi tersebut menyasar sejumlah wilayah kepulauan di Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro menjadi fokus penyaluran karena karakteristik geografis yang membutuhkan dukungan logistik khusus, terutama saat cuaca ekstrem.

photo
Pedagang mengambil cabai untuk ditimbang di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin (15/12/2025). - (Republika/Prayogi)

Distribusi pangan dilakukan dari Kota Manado menuju Kabupaten Kepulauan Talaud pada 5–7 Desember 2025, dilanjutkan ke Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 7–8 Desember 2025, serta Kabupaten Kepulauan Sitaro pada 10–11 Desember 2025. Komoditas yang disalurkan meliputi beras 5.000 kilogram, minyak goreng 480 liter, gula pasir 480 kilogram, bawang merah 150 kilogram, bawang putih 100 kilogram, serta telur sebanyak 20 tray.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menegaskan FDP dirancang untuk mendorong pemerataan distribusi sekaligus menjaga stabilitas harga pangan pokok strategis di daerah. Pasokan untuk wilayah defisit diambil dari sentra produksi agar distribusi berjalan seimbang dan menyerap produksi lokal.

“Kami memastikan masyarakat dapat menikmati Natal dan Tahun Baru dengan tenang karena pangan tersedia cukup dan harganya terjangkau,” kata Maino di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Bapanas juga memastikan kesiapan stok nasional melalui dukungan Perum Bulog yang menempatkan cadangan pangan di gudang-gudang di berbagai wilayah. Distribusi dari daerah sentra produksi terus dipersiapkan untuk menjangkau wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.

Secara nasional, realisasi FDP hingga 6 Desember 2025 mencapai 1.001 ton berbagai komoditas pangan yang disalurkan ke sejumlah daerah. Penyaluran tersebut mencakup beras 788.555 kilogram, kedelai 120.800 kilogram, minyak goreng 46.120 kilogram, gula pasir 46.000 kilogram, serta komoditas lainnya sebanyak 450 kilogram.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement