REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat ajang Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025 berkontribusi pemasukan hingga sekitar Rp 85 miliar bagi berbagai sektor di Ibu Kota. Selain ajang berskala internasional, ajang lari lokal juga dinilai memberikan pengaruh terhadap perekonomian, meski skalanya lebih kecil.
“Contoh yang paling konkret Jakarta International Marathon. Kami sudah menghitung pada waktu itu memberikan kontribusi dari UMKM, perhotelan, dan sebagainya sekitar Rp 85 miliar,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Epicentrum Boulevard, Jakarta Selatan, Ahad (14/12/2025).
Menurut dia, pemasukan dari ajang lari lokal diperkirakan mencapai sekitar setengah dari kontribusi JAKIM 2025.
“Dan itu terlihat dari Jakarta sampai dengan hari ini, bulan Desember, pemasukan dari pajaknya relatif sudah terpenuhi,” ucapnya.
Pramono menambahkan hotel dan dagangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) laku berkat penyelenggaraan Jakarta International Marathon 2025.
Pada JAKIM 2025 terdapat 31 ribu peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. Hal ini menunjukkan agenda tersebut terselenggara dengan baik.
Dengan adanya ajang tersebut, sejumlah hotel di Jakarta mencatat tingkat hunian yang tinggi dan pelaku UMKM turut memperoleh manfaat ekonomi.
Ia berharap JAKIM dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga di Jakarta sehingga mampu menarik wisatawan, khususnya para pelari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menjadikan JAKIM sebagai salah satu destinasi wisata olahraga unggulan di Ibu Kota.