Sabtu 29 Nov 2025 16:44 WIB

Untuk Dua Pekan, Bulog Siapkan 1,24 Juta Kilogram Beras untuk 355 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Sumater

Pasokan beras untuk masyarakat terdampak banjir bandang di Sumatera

Rep: Frederikus Bata/ Red: Intan Pratiwi
Warga mengambil bantuan pangan di Sekretariat RW 03 Menteng, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog resmi memulai penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) beras dan Minyakita untuk periode Oktober–November 2025. Warga penerima bantuan pangan masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan. Program Banpang beras dan Minyakita menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Program tersebut juga memperkuat daya tahan sosial masyarakat berpendapatan rendah di berbagai daerah.
Foto: Republika/Prayogi
Warga mengambil bantuan pangan di Sekretariat RW 03 Menteng, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog resmi memulai penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) beras dan Minyakita untuk periode Oktober–November 2025. Warga penerima bantuan pangan masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan. Program Banpang beras dan Minyakita menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Program tersebut juga memperkuat daya tahan sosial masyarakat berpendapatan rendah di berbagai daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan kesiapan dukungan pangan bagi wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) selama 14 hari ke depan. Bulog menyiapkan total 1.245.255 kilogram beras yang akan dipasok melalui jaringan kantor wilayah dan cabang di setiap daerah terdampak. Dukungan ini disusun berdasarkan pengajuan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiga provinsi.

‎Bulog menghitung kebutuhan pangan berdasarkan jumlah jiwa terdampak dan standar penyaluran beras bantuan pemerintah. Perhitungan 250 gram per orang per hari untuk 14 hari menjadi dasar pembagian alokasi di masing-masing provinsi. Seluruh stok telah tersedia di gudang Bulog daerah dan terdata oleh satuan kerja setempat.

‎“Dan kami laporkan juga, sudah diajukan tahap awal kemarin oleh kepala BPBD masing-masing provinsi,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Sabtu (29/11/2025).

Untuk Provinsi Aceh, pengajuan bantuan mencakup 158.752 jiwa. Berdasarkan perhitungan, total kebutuhan beras 14 hari ke depan mencapai 555.632 kilogram. Bulog menyampaikan distribusi tahap awal sudah berjalan di seluruh kabupaten yang masuk dalam wilayah terdampak banjir.

Pada Provinsi Sumatera Barat, BPBD mengajukan dukungan bagi 101.805 jiwa. Alokasi kebutuhan beras yang telah diserahkan sebesar 356.318 kilogram. Penyaluran disiapkan untuk menjangkau wilayah pesisir hingga sentra permukiman yang terputus akses darat.

“Kemudian untuk Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar, total yang diajukan dari BPBD adalah 101.805 jiwa,” kata Rizal.

Untuk Provinsi Sumatera Utara, jumlah masyarakat terdampak yang diajukan BPBD sebanyak 95.230 jiwa. Perhitungan penyaluran menghasilkan kebutuhan 333.305 kilogram beras untuk periode 14 hari. Kesiapan suplai ditempatkan di gudang kabupaten dan kota agar distribusi dapat dilakukan cepat.

‎“Dan untuk Provinsi Sumatera Utara, yaitu 95.230 jiwa dikali 250 gram, kemudian dikali 14 hari ke depan,” tutur Rizal.

Bulog menegaskan total dukungan beras untuk tiga provinsi mencapai 1.245.255 kilogram. Seluruh stok sudah ditempatkan di Pinwil dan Pinca serta tercatat lengkap oleh petugas Bulog daerah yang melaporkan situasi penyaluran secara berjenjang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement