REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berpartisipasi dalam program Mudik Gratis 2025 yang diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BNI melepas 121 bus yang akan mengantarkan pemudik ke berbagai kota tujuan, termasuk Purwokerto, Semarang, Yogyakarta via Solo, Surabaya, Malang, Lampung, Palembang, dan Padang.
Pelepasan armada mudik gratis berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari, serta Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata. Selain itu, turut hadir jajaran direksi BUMN, termasuk Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan.
Dalam kesempatan tersebut, Putrama menyempatkan diri bercengkerama dengan para pemudik serta menyampaikan doa dan harapan agar mereka diberi kesehatan selama perjalanan. Ia juga mengingatkan pengemudi bus untuk mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan seluruh penumpang.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan program bertajuk Mudik Aman Sampai Tujuan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pemudik yang bisa dilayani oleh BNI. Pada tahun ini, BNI menargetkan dapat mengangkut hingga 6.050 pemudik, hampir dua kali lipat dari realisasi tahun lalu yang mencapai 3.121 pemudik.
“Dengan komitmen untuk mendukung mobilitas masyarakat, BNI bersama dengan BUMN lain turut menyediakan layanan angkutan publik yang aman dan nyaman bagi para pemudik di musim Lebaran kali ini,” kata Okki dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (28/3/2025) lalu.
Selain di GBK, pelepasan bus mudik gratis juga dilakukan di sejumlah Kantor Wilayah BNI di Jabodetabek sebagai bagian dari sinergi dengan BUMN lainnya. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial BNI terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan fasilitas transportasi untuk mudik.
Okki menambahkan, BNI telah berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN sejak 2023 dengan jumlah peserta mencapai 2.030 pemudik, lalu meningkat menjadi 3.121 pemudik pada 2024. Peserta program ini diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, rekanan nasabah, serta stakeholder BNI yang membutuhkan moda transportasi mudik.