Rabu 26 Feb 2025 14:53 WIB

Prabowo Kembali Singgung Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, RI Semakin Dekat Punya PLTN?

Prabowo menyebut bahwa nuklir bukan hanya diperuntukkan untuk senjata.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat penutupan Kongres ke-VI Partai Demokrat di Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat penutupan Kongres ke-VI Partai Demokrat di Jakarta, Selasa (25/2/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung penggunaan tenaga nuklir sebagai tulang punggung pasokan energi nasional. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam pidatonya pada Penutupan Kongres VI DPP Partai Demokrat di Jakarta, Selasa (26/2/2025) malam.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Presiden pertama RI Soekarno memiliki visi yang jelas dalam memimpin bangsa meski menghadapi berbagai gangguan. "Hampir setiap presiden punya peranan karena waktu berbeda-beda. Bung Karno pejuang menghadapi masalah ideologi, menghadapi gangguan dari mana-mana, visi tetap jelas. Beliau walau masih berurusan dengan macam-macam, visinya jelas," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Baca Juga

Prabowo mengapresiasi langkah Presiden Soekarno, yang meski dihadapkan pada berbagai persoalan, tetap memiliki visi jelas, termasuk mendirikan Badan Tenaga Atom atau yang kini dikenal sebagai Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Prabowo menyebut bahwa nuklir bukan hanya diperuntukkan untuk senjata, melainkan juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan, pertanian, hingga energi terbarukan.

"Nuklir bukan hanya untuk senjata, tidak, ternyata nuklir untuk kesehatan, nuklir untuk benih-benih padi, terutama nuklir untuk energi. Ternyata energi terbarukan, energi paling bersih di antaranya nuklir. Walaupun kita diberi karunia energi yang luar biasa lainnya, cadangan energi geothermal terbesar di dunia," ucap Presiden.

Sebelumnya diberitakan, terkait upaya mengejar kepemilikan energi nuklir, Prabowo sebelum dilantik jadi presiden telah melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow pada Rabu (31/7/2024). Dalam pertemuan tersebut berbagai kerja sama dibicarakan, termasuk di bidang nuklir.

Dalam pertemuan yang berlangsung terbuka selama kurang lebih 30 menit, Prabowo menyampaikan ke Putin ketahanan energi merupakan salah satu prioritas kerjanya nanti, terutama setelah dia dilantik. “Di sektor energi nuklir, saya membahas ini dengan beberapa institusi terkait (di Rusia), kemungkinan kita bekerja sama pada bidang (membangun) reaktor modular dan reaktor utama,” kata Menhan Prabowo ke Presiden Putin, sebagaimana disiarkan oleh sejumlah stasiun TV asing yang meliput di Kremlin.

Reaktor nuklir merupakan salah satu komponen penting dalam pembangkit listrik tenaga nuklir. Rusia saat ini merupakan salah satu negara di dunia yang kebutuhan listriknya dipasok dari nuklir.

Terkait itu, Presiden Putin tidak langsung memberikan tanggapannya, karena keduanya bakal melanjutkan pertemuan secara tertutup dalam format santap pagi bersama (working-breakfast format) yang berlangsung, Kamis (1/8/2024). Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Putin bakal mendiskusikan berbagai isu dan menjajaki peluang kerja sama dua negara secara lebih detail.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement