Jumat 26 Jul 2024 19:09 WIB

Komitmen Berdayakan Disabilitas, PNM Raih Apresiasi IDEAS 2024

Program ini bertujuan untuk membantu nasabah untuk menggali potensinya.

Optimalisasi pemberdayaan nasabah disabilitas yang digalakkan oleh PNM dikemas dalam program “Disabilitas Tanpa Batas”.
Foto: PNM
Optimalisasi pemberdayaan nasabah disabilitas yang digalakkan oleh PNM dikemas dalam program “Disabilitas Tanpa Batas”.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro terus melakukan berbagai upaya untuk memberikan pemberdayaan seluas-luasnya bagi pelaku usaha ultra mikro. Salah satunya adalah kelompok perempuan disabilitas.

Optimalisasi pemberdayaan nasabah disabilitas yang digalakkan oleh PNM dikemas dalam program “Disabilitas Tanpa Batas”. Program ini mendapatkan apresiasi Bronze Winner dalam ajang The 3rd Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2024 kategori DEI, Sub kategori Keberpihakan terhadap Disabilitas yang digelar oleh PR Indonesia.

Baca Juga

Sekretaris Perusahaan PNM L Dodot Patria Ary menjelaskan program ini bertujuan untuk membantu nasabah untuk menggali potensinya, memiliki usaha yang lebih variatif hingga mampu mandiri secara finansial.  Klasterisasi Batik Tuli adalah contoh nasabah yang PNM tampilkan untuk penjurian IDEAS 2024 di mana PNM bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mendesign kain batik hasil karya nasabah tuli yang dibina PNM dan dijadikan busana untuk peragaan busana.

“Potensi mereka kami kenalkan kepada publik, lewat bazar dan pameran bahkan fashion show untuk memberi pesan kepada masyarakat bahwa mereka juga mampu berkarya dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Dodot.

Dodot juga menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh nasabah disabilitas PNM dan Account Officer yang turut berperan besar dalam memberikan pendampingan dan pemberdayaan. Ia meyakini komitmen keberpihakan terhadap disabilitas yang telah dilakukan oleh PNM inilah yang membawa PNM sukses mendapatkan penghargaan dan apresiasi bergengsi tersebut. Apalagi dengan karakteristik nasabah ultra mikro yaitu ibu-ibu prasejahtera yang memiliki keterbatasan.

“Keterbatasan tidak akan membatasi siapapun untuk terus berkarya jika didukung dengan semangat juang. Itu lah filososfi kami membawa program Disabilitas Tanpa Batas,” kata Dodot.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement