Jumat 26 Jul 2024 18:25 WIB

Literasi dan Inklusi Keuangan di Kota Bandung, Ini Upaya BPR Parinama

BPR Parinama memiliki rencana jangka panjang untuk terus meningkatkan literasi.

Literasi keuangan (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Literasi keuangan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah perkembangan ekonomi digital dan kebutuhan akan pengelolaan keuangan yang semakin kompleks, BPR Parinama mendorong literasi dan inklusi keuangan di Kota Bandung. Sejak didirikan pada 1991 silam, BPR Parinama memiliki visi jelas untuk meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat serta memberikan akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan.

BPR Parinama berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan menyediakan pendidikan keuangan yang komprehensif dan aksesibilitas layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam upaya ini, BPR Parinama meluncurkan berbagai program dan inisiatif, termasuk pemanfaatan media sosial melalui akun @BPRPARINAMA. Melalui platform ini, mereka membagikan informasi mengenai pengelolaan keuangan dan produk-produk keuangan mereka.

"Dengan memanfaatkan teknologi secara efektif, BPR Parinama tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional mereka tetapi juga memberikan akses yang lebih baik kepada layanan keuangan dan pendidikan keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Mochamad Robbi Pramujianto, Direktur BPR Parinam, Jumat (28/7/2024). 

Inklusi keuangan, menurut BPR Parinama, adalah tentang memberikan akses yang adil dan merata terhadap layanan keuangan bagi semua orang, terutama mereka yang sebelumnya terpinggirkan secara finansial. Tujuannya adalah agar individu dan keluarga dapat memanfaatkan layanan keuangan seperti tabungan, pinjaman, dan investasi untuk mencapai kestabilan finansial dan kesejahteraan.

"Memperluas jangkauan program literasi keuangan ke daerah-daerah yang belum terjangkau, baik melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan lokal, organisasi masyarakat, maupun pemerintah daerah. Hal ini akan membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi dan pelatihan keuangan," lanjutnya.

Untuk mendukung inklusi keuangan, BPR Parinama menawarkan berbagai produk seperti tabungan, deposito, dan kredit. Mereka berupaya untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan lokal dan kondisi pasar. Misalnya, mereka mungkin menawarkan tabungan dengan setoran awal yang rendah atau pinjaman mikro dengan suku bunga bersaing untuk mendukung pengusaha kecil lokal.

Pendekatan kedua adalah pelayanan pelanggan yang ramah dan responsif. BPR Parinama memastikan staf mereka dilatih untuk memberikan pelayanan yang baik dan terbuka, sehingga masyarakat yang belum berpengalaman dengan lembaga keuangan merasa lebih nyaman.

BPR Parinama juga menyelenggarakan workshop rutin setiap Jumat yang disebut “Parinama Berbagi”. Selain membagikan sembako, ATK, dan barang kebutuhan lainnya kepada panti asuhan, panti jompo, serta LSM, mereka juga menyisipkan sesi sosialisasi dan literasi keuangan. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan, penipuan keuangan online dan kewaspadaan terhadap pinjol (pinjaman online) ilegal.

BPR Parinama memiliki rencana jangka panjang untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Strategi ini meliputi pengembangan program literasi keuangan berkelanjutan, ekspansi ke daerah-daerah yang belum terjangkau, serta inovasi teknologi. Evaluasi rutin dan penyesuaian berbasis data juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa program-program tersebut tetap relevan dan efektif di masa depan.

"Dengan mengimplementasikan rencana jangka panjang ini, BPR Parinama berharap dapat menciptakan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta mempromosikan inklusi keuangan yang lebih luas dan berkelanjutan," kata Mochamad Robbi Pramujianto.

 

sumber : Web
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement