Senin 27 May 2024 14:35 WIB

Diluncurkan Jokowi, Erick: GovTech Akselerasi Pelayanan Pemerintah

Erick mendukung penuh peluncuran GovTech oleh Presiden Jokowi.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Menteri BUMN Erick Thohir.
Foto: republika
Menteri BUMN Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan komitmen BUMN dalam menjalankan Government Technology (GovTech). Erick mendukung penuh peluncuran GovTech oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/5/2024).

"Alhamdulillah, bapak presiden melalui perpres nomor 82 tahun 2023 tentang percepatan transformasi digital dan keterbadanan layanan digital nasional, telah memberikan amanah kepada kami untuk bisa menjalankan penugasan pemerintah sebagai penyelenggara aplikasi SPBE prioritas atau GovTech Indonesia," ujar Erick di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/5/2024).

Baca Juga

Erick menyebut GovTech dapat membantu akselerasi digital dan pelayanan publik pemerintah yang lebih terpadu, solusitif, dan transparan. Erick menyampaikan kehadiran GovTech juga melibatkan 400 anak bangsa dan juga seluruh pemangku kepentingan. 

"Ini tidak lain kita terus berjibaku sesuai dengan rapat-rapat yang dipimpin Pak Menko Maritim (Luhut Binsar Pandjaitan), terima kasih, Menpan RB selaku ketua tim koordinasi SPBE nasional, dan tentu para kementerian dan lembaga yang mendorong kita bisa bekerja sama," ucap pria kelahiran Jakarta tersebut. 

Erick memastikan GovTech mengedepankan user friendly yang memudahkan masyarakat tanpa komplikasi yang rumit. Hal ini juga merupakan perbaikan proses bisnis yang terpadu, transparan, dan terukur.

"Ibu Menkeu (Sri Mulyani Indrawati) selalu bilang semua harus terukur, transparan agar semua program-program yang bapak luncurkan sebagai pimpinan negara bisa tepat sasaran dan tidak perlu pertanyakan dan diperdebatkan lagi di kemudian hari, serta integrasi infrastruktur yaitu data center dan juga government cloud," sambung Erick. 

Erick menilai peluncuran ini merupakan langkah awal. BUMN, lanjut dia, harus bekerja keras lagi untuk beberapa bulan ke depan untuk bisa memberikan peningkatan pelayanan publik pemerintah kepada masyarakat. Hal ini tak sekadar menjadi slogan tetapi sesuatu yang bisa diaplikasikan.

"Kami mohon dukungan sekali lagi dari seluruh kementerian, tentu Desember nanti kami bisa melakukan penugasan ini dengan baik," kata Erick. 

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

(QS. An-Nur ayat 33)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement