Ahad 26 May 2024 19:07 WIB

Ajak Pendiri Burj Khalifa Berwisata di Indonesia, Erick Thohir Minta Masukan

 Erick dengar saran pemilik Burj Khalifa soal KEK dan pariwisata RI.

Suasana observation deck Golo Mori Convention Center (GMCC) usai diresmikan di Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (6/12/2023). PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meresmikan Golo Mori Convention Center (GMCC) yang dapat digunakan untuk kegiatan Meeting, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) berstandar internasional. Lokasi GMCC berada antara perbukitan di kawasan Golo Mori dengan menyajikan lanskap hamparan laut dan Pulau Rinca yang termasuk kedalam Taman Nasional Komodo situs warisan dunia UNESCO. Selain itu, Fasilitas GMCC terdiri dari convention hall dengan kapasitas 400 orang, VVIP Lobby 400 orang, VVIP lounge 29 orang, VIP room 12 orang, media center 50 orang serta amphitheater kapasitas 500 orang. Kawasan GMCC ini dilengkapi dengan beach club, observation deck serta dermaga kayu. Akses menuju The Golo Mori dapat ditempuh dengan jarak 25 kilometer dari Labuan Bajo yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect bagi warga sekitar. Direktur Utama ITDC Ari Respati berharap, keberadaan GMCC dapat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor pariwisata dan konvensi di Indonesia. Kawasan MICE Golo Mori ini nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan  dilengkapi fasilitas hotel dan resort berbintang, pusat penelitian dan wisata edukasi komodo, wisata petualangan (adventure tourism) pelabuhan wisata dan penyeberangan serta fasilitas penunjang wisata lainnya, sehingga mampu menjadi magnet baru parawisata di Indonesia Timur.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Suasana observation deck Golo Mori Convention Center (GMCC) usai diresmikan di Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (6/12/2023). PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meresmikan Golo Mori Convention Center (GMCC) yang dapat digunakan untuk kegiatan Meeting, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) berstandar internasional. Lokasi GMCC berada antara perbukitan di kawasan Golo Mori dengan menyajikan lanskap hamparan laut dan Pulau Rinca yang termasuk kedalam Taman Nasional Komodo situs warisan dunia UNESCO. Selain itu, Fasilitas GMCC terdiri dari convention hall dengan kapasitas 400 orang, VVIP Lobby 400 orang, VVIP lounge 29 orang, VIP room 12 orang, media center 50 orang serta amphitheater kapasitas 500 orang. Kawasan GMCC ini dilengkapi dengan beach club, observation deck serta dermaga kayu. Akses menuju The Golo Mori dapat ditempuh dengan jarak 25 kilometer dari Labuan Bajo yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect bagi warga sekitar. Direktur Utama ITDC Ari Respati berharap, keberadaan GMCC dapat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor pariwisata dan konvensi di Indonesia. Kawasan MICE Golo Mori ini nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan dilengkapi fasilitas hotel dan resort berbintang, pusat penelitian dan wisata edukasi komodo, wisata petualangan (adventure tourism) pelabuhan wisata dan penyeberangan serta fasilitas penunjang wisata lainnya, sehingga mampu menjadi magnet baru parawisata di Indonesia Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendengarkan saran dari pendiri Emaar Properties Mohamed Ali Rashed Alabbar yang merupakan pengembang (developer) dari gedung pencakar langit tertinggi dunia Burj Khalifa, terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pariwisata Indonesia.

Saran tersebut diminta Erick saat mengajak pendiri Burj Khalifa itu ke beberapa destinasi pariwisata Tanah Air, yakni Labuan Bajo, Mandalika, dan Bali.

Baca Juga

"Kami mendengarkan masukan dari Mr. Alabbar bagaimana Dubai dibangun menjadi pusat pariwisata di dunia. Saat ini kami sedang membangun kawasan Golo Mori di Labuan Bajo sebagai destinasi ecotourism atau wisata yang mengutamakan alam dan berkelanjutan," ujar Erick dikutip dari instagramnya di Jakarta, Ahad (26/5/2024).

Menteri BUMN menyampaikan, setelah berkunjung ke Golo Mari, Labuan Bajo. Ia dan Mohamed Alabbar berkunjung ke Mandalika yang sudah memiliki sirkuit internasional dan menjadi venue MotoGP.

Menurut dia, di wilayah itu, pihaknya berencana akan membangun lapangan golf berstandar internasional sebagai bagian dari pariwisata olahraga (sport tourism).

Lebih lanjut di sesi kunjungan terakhirnya, Menteri Erick dan pendiri Burj Khalifa itu menyambangi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali yang diproyeksikan bisa menjadi salah satu tonggak pariwisata nasional.

Sehingga melalui KEK tersebut diharapkan bisa mendorong kebangkitan ekosistem pariwisata dan perekonomian Indonesia.

"Kawasan ini akan menjadi destinasi wisata berkelanjutan dan terintegrasi bertaraf internasional. Selain memiliki fasilitas hotel bintang lima dan convention center, KEK Sanur juga akan dilengkapi fasilitas kesehatan berupa rumah sakit bertaraf internasional," katanya.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement