Jumat 24 May 2024 21:48 WIB

RI Rintis Kerja Sama dengan Republik Mali di Sejumlah Bidang Ini

Kerja sama Indonesia-Mali berupa pengiriman SDM antar dua negara

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) berpegangan tangan dengan Deputy Minister for Water, at the Ministry of Environment Water and Agriculture Arab Saudi Abdulaziz M. Alshaibani (tengah) saat berfoto bersama dengan delegasi Arab Saudi usai upacara penutupan World Water Forum ke-10 2024 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (24/5/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Media Center World Water Forum 20
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) berpegangan tangan dengan Deputy Minister for Water, at the Ministry of Environment Water and Agriculture Arab Saudi Abdulaziz M. Alshaibani (tengah) saat berfoto bersama dengan delegasi Arab Saudi usai upacara penutupan World Water Forum ke-10 2024 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (24/5/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bertemu dengan Menteri Lingkungan, Sanitasi dan Pembangunan Berkelanjutan Republik Mali Mamadou Samaké di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (24/5/202. Pertemuan tersebut merupakan salah satu agenda Menteri Basuki dalam World Water Forum ke-10 yang diselenggarakan di Bali pada 18-25 Mei 2024.

"Pertemuan ini dalam rangka memperkuat kerja sama antara Indonesia dengan Republik Mali, terutama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang keairan," kata Basuki dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (24/5/2024).

Basuki mengungkapkan salah satu hasil konkret dari World Water Forum ke-10 adalah pembentukan Center of Excellence untuk ketahanan air dan iklim. Dengan pembentukan Center of Excellence tersebut, Indonesia dan Mali bisa berbagi pengetahuan.

"Mali bisa mengirimkan SDM-nya ke Indonesia, begitu juga sebaliknya. Dengan begitu kita bisa memperkuat kerja sama di sektor keairan, setelah dahulu di sektor telekomunikasi dan kegiatan ekonomi lainnya,” tutur Basuki.

Basuki menambahkan, salah satu kegiatan World Water Forum ke-10 adalah The Bandung Spirit Water Summit. Kegiayan tersebut merupakan rangkaian pertemuan High-Level Panel (HLP) yang membawa semangat Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung.

“Tahun 2025 kita akan memperingati ulang tahun KTT Asia Afrika ke-70, untuk itu kita punya high level panel terkait Bandung Spirit pada forum ini. Ke depannya kita akan memiliki kerja sama bidang keairan, energi, dan transportasi yang lebih kuat,” ujar Basuki.

Menteri Mamadou Samaké menyambut baik usulan pertukaran SDM antara Indonesia dan Republik Mali. Samaké berterima kasih atas usulan pertukaran SDM tersebut.

"Indonesia memiliki teknologi dan inovasi yang kuat, kami berharap bisa belajar dari Indonesia terutama di bidang keairan, transportasi dan energi,” ucap Samaké.

Mamadou juga berterima kasih atas sambutan hangat Indonesia dan penyelenggaraan World Water Forum ke-10 yang terorganisir dengan baik. Samaké juga mengatakan Indonesia dan Republik Mali memiliki hubungan bersejarah dimulai dengan KTT Asia-Afrika 1955 di Bandung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement