Jumat 12 Apr 2024 05:10 WIB

Ini Strategi Kemenhub Jika Terjadi Kepadatan di Pelabuhan Ketapang

Ketika terjadi antrean panjang maka kapal yang dioperasikan adalah kapal besar.

Pemudik bersepeda motor antre memasuki kapal pada H-5 Idul Fitri 1445 H di dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Jumat (5/4/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pemudik bersepeda motor antre memasuki kapal pada H-5 Idul Fitri 1445 H di dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Jumat (5/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur menyiapkan sejumlah strategi menghadapi lonjakan penumpang sampai H-1 Lebaran 2024 di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dan Jangkar, Jawa Timur.

“Di Pelabuhan Ketapang semasa arus mudik sampai H-1 Idul Fitri ini, telah terjadi lonjakan penumpang dibandingkan tahun 2023, puncaknya pada H-4 dengan pergerakan penumpang ke arah Bali sebanyak 32.466 penumpang dengan persentase kenaikan 38 persen dan total kendaraan sebanyak 5.986 kendaraan dengan persentase kenaikan sebesar 27 persen dibanding tahun sebelumnya," ujar Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho dalam keterangan di Jakarta, Rabu (10/4/2024).

Baca Juga

Sejumlah strategi yang dikeluarkan adalah Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri dan Kementerian PUPR menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445 H. Isi Surat Keputusan Bersama tersebut salah satunya mengatur pergerakan angkutan orang dan barang di pelabuhan penyeberangan pada Lintasan Ketapang - Gilimanuk dan Jangkar - Lembar.

Ia menjelaskan selain pengaturan yang tertulis dalam Surat Keputusan Bersama, ketika terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, sudah dirancang beberapa strategi dengan beberapa indikator, salah satunya ketika sudah terjadi antrean panjang maka kapal yang dioperasikan adalah kapal dengan kapasitas muatan yang besar.

"Para pemudik yang akan menyeberang, supaya sebelum masuk ke Pelabuhan Ketapang diharapkan sudah membeli tiket secara daring (online) dan para pemudik diharapkan menjaga kesehatan badan di tengah ketidakpastian cuaca serta senantiasa mematuhi aturan keselamatan yang berlaku di kapal," imbuh Bayu.

Sama halnya dengan Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Jangkar di Situbondo yang melayani lintas Jangkar ke Lembar dan Jangkar ke Kepulauan juga mengalami peningkatan penumpang dan kendaraan dari angkutan lebaran tahun sebelumnya.

“Terjadi peningkatan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Jangkar daripada tahun sebelumnya, untuk menanggapi hal itu, selain dengan aturan yang tertulis di Surat keputusan Bersama, Kami akan menambah trip reguler dan mendatangkan kapal bantuan ketika terjadi lonjakan dan antrean penumpang yang ramai," terang Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar, Rochman Setiawan.

Selaras dengan itu, ia juga berpesan kepada pemudik yang akan menyeberang di Pelabuhan Jangkar agar lebih berhati-hati terutama saat membeli tiket agar tidak tertipu oleh calo dan rencanakan perjalanan dengan sebaik mungkin supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement