Kamis 11 Apr 2024 09:59 WIB

Ketik Jerusalem di iPhone Muncul Bendera Palestina, Apple Dukung Palestina?

Status Yerusalem adalah salah satu perselisihan paling pelik antara Palestina-Israel.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Lida Puspaningtyas
Tangkapan layar suggestion Jerusalem di iPhone.
Foto: BBC
Tangkapan layar suggestion Jerusalem di iPhone.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Israel dibuat kesal oleh Apple. Pasalnya, saat mengetik kata Jerusalem di iPhone, akan muncul emoji bendera Palestina. Hal ini menjadi bentuk pengakuan bahwa Jerusalem atau Yerusalem merupakan milik Palestina.

Seorang warga Yahudi dan presenter TV Rachel Riley berang dengan hal tersebut. Riley meminta Apple untuk memberikan klarifikasinya. 

Baca Juga

"Menunjukkan standar ganda terhadap Israel adalah bentuk antisemitisme," ujar Riley melalui akun X seperti dilansir dari BBC, Kamis (11/4/2024).

Apple mengatakan kepada BBC bahwa perubahan tersebut merupakan hal yang tidak disengaja menyusul adanya pembaruan perangkat lunak terbaru. Apple menyebut masalah ini akan diatasi pada pembaruan perangkat lunak di masa mendatang.

"Namun tidak diketahui seberapa cepat hal ini akan terjadi," bunyi keterangan Apple.

Apple menyampaikan hal tersebut berkaitan dengan fitur yang disebut emoji prediktif. iPhone dapat menyarankan emoji ketika kata-kata diketik dalam pesan, dan aplikasi lainnya.

Catatan yang menyertai pembaruan iOS terbaru mengatakan bahwa itu menyertakan emoji baru.

 

Perpecahan yang mendalam

Status Yerusalem adalah salah satu perselisihan paling pelik dalam konflik antara penjajah Israel dan Palestina.

Israel memandang seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya yang abadi dan tidak terbagi, sementara Palestina mengklaim bagian timurnya sebagai ibu kota negara yang mereka harapkan di masa depan.

Yerusalem Timur, bersama dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza, direbut oleh Israel dari Yordania dan Mesir dalam perang 1967, dan sejak itu dipandang secara internasional sebagai wilayah Palestina yang diduduki.

Tahun lalu, raksasa teknologi saingannya, Meta, harus meminta maaf setelah ada bug yang menyebabkannya menambahkan kata teroris ke dalam biografi beberapa pengguna Instagram yang menggambarkan diri mereka sebagai warga Palestina.

Meta mengatakan pihaknya memperbaiki masalah yang secara singkat menyebabkan terjemahan bahasa Arab yang tidak pantas di beberapa produknya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement