Senin 01 Apr 2024 21:55 WIB

Adhi Karya Setujui Penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi IV

Adhi Karya juga menggelar RUPST yang menyetujui sejumlah hal.

Suasana proyek pembangunan LRT di Jakarta, Rabu (10/9/2021). PT Adhi Karya (Persero) Tbk. telah menerima pembayaran proyek LRT Jabodebek senilai Rp520,5 miliar untuk proses pekerjaan Juli?September 2020, dan secara total, perseroan telah menerima Rp13,8 triliun untuk pembayaran proyek LRT.
Foto: ANTARA/RENO ESNIR
Suasana proyek pembangunan LRT di Jakarta, Rabu (10/9/2021). PT Adhi Karya (Persero) Tbk. telah menerima pembayaran proyek LRT Jabodebek senilai Rp520,5 miliar untuk proses pekerjaan Juli?September 2020, dan secara total, perseroan telah menerima Rp13,8 triliun untuk pembayaran proyek LRT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah menyetujui rencana penerbitan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi IV sebanyak-banyaknya senilai Rp 5 triliun yang akan dilakukan pada periode 2024-2026. Direktur Utama ADHI Entus Asnawi Mukhson mengatakan, penggunaan dana untuk PUB obligasi IV antara lain untuk re-financing, working capital serta penyertaan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Manfaat yang akan ADHI terima dari penerbitan obligasi tersebut adalah peningkatan likuiditas dan solvabilitas serta peningkatan efisiensi harga pokok produksi dalam menyelesaikan proyek lainnya.

Baca Juga

"Hal ini diarahkan agar ke depannya ADHI dapat terus meningkatkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujarnya.

Adapun perseroan telah menyelesaikan pelaksanaan RUPST pada Senin, 1 April 2024, bertempat di Kantor Operasional ADHI, ADHI Tower, Jalan MT Haryono Cawang, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran direksi dan dewan komisaris.

Dalam RUPST terdapat beberapa agenda. Pertama, persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan laporan keuangan perseroan, persetujuan laporan tugas pengawasan dewan komisaris serta pengesahan laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2023.

Kedua, penetapan penggunaan laba bersih perseroan Tahun Buku 2023. Ketiga, penetapan gaji/honorarium, fasilitas, dan tunjangan lainnya serta tantiem bagi anggota direksi dan anggota dewan komisaris.

Keempat, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit laporan keuangan serta laporan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2024.

Kelima, laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum. Keenam, pengukuhan pemberlakuan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-1/MBU/03/2023 dan NomorPER-3/MBU/03/3023.

Ketujuh, persetujuan penerbitan penawaran umum berkelanjutan obligasi V. Kedelapan, perubahan susunan pengurus perseroan.

Pada agenda kedua RUPST, ADHI telah mencatatkan laba bersih perseroan sebesar Rp 214 miliar pada tahun buku 2023.

Penggunaan Laba Bersih Atribusi Pemilik Entitas Induk Perseroan Tahun Buku 2023 sebesar 20 persen atau sejumlah Rp 42,8 miliar ditetapkan sebagai cadangan wajib.

Sebesar 80 persen atau sejumlah Rp 171,2 miliar ditetapkan sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement