Rabu 20 Mar 2024 15:10 WIB

Sabar Ya, BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan 6 Persen

Kebijakan ini konsisten pro stability untuk jaga nilai tukar rupiah dan inflasi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama deputi dean guburnur BI lainnya melakukan konferensi pers pengumuman RDG Bulanan BI Maret 2024 di Gedung BI, Rabu (20/3/2024).
Foto: Republiika/Rahayu Subekti
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama deputi dean guburnur BI lainnya melakukan konferensi pers pengumuman RDG Bulanan BI Maret 2024 di Gedung BI, Rabu (20/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil rapat dewan gubernur (RDG) pada Rabu (20/3/2024). Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan suku bunga acuan saat ini tetap pada level enam persen.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19 dan 20 November 2023, memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar enam persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG Bulanan BI Maret 2024, Rabu (20/3/2024).

Baca Juga

Dia menambahkan, suku bunga deposit facility juga tetap menjadi 5,25 persen. Lalu, juga suku bunga lending facility juga masih tetap sebesar 6,75 persen. 

Perry mengungkapkan, keputusan mempertahankan BI Rate pada level enam persen tetap konsisten dalam kebijakan moneter yang pro stability untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu untuk memastikan inflasi tetap terkendali pada sasaran 2,5 plus minus satu persen pada 2024.

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menjelaskan saat ini kondisi suku bunga acuan di berbagai negara berkembang cukup tergantung dari pergerakan yang akan diambil oleh The Fed. Untuk menghindari risiko terjadinya arus modal keluar secara masif, Riefky menyebu bank sentral di negara berkembang kemungkinan tidak akan menurunkan suku bunga acuannya sebelum The Fed mengambil langkah tersebut dan Indonesia juga tidak terkecuali. 

Di sisi lain, Riefky mengataan, rupiah cenderung stabil dalam beberapa pekan terakhir setelah sempat terdepresiasi dan inflasi domestik masih dalam rentang target BI. Menurutnya, kondisi inflasi dan nilai tukar saat ini dinilai membenarkan bahwa tidak ada keperluan mendesak untuk BI mengubah suku bunga acuannya. 

"Oleh karena itu, kami berpandangan bahwa BI perlu menahan suku bunga acuannya pada level enam persen pada Rapat Dewan Gubernur Maret ini," ucap Riefky. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement