Selasa 19 Mar 2024 22:25 WIB

Menparekraf: Penambahan Pesawat ke Indonesia Timur Segera Diluncurkan

Pekan ini akan launching beberapa penerbangan berbasis di Manado oleh TransNusa.

Sejumlah petugas memeriksa pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia yang tiba di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sumbawa Besar usai melakukan penerbangan khusus (explore flight) dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (23/7).
Foto: antara
Sejumlah petugas memeriksa pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia yang tiba di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sumbawa Besar usai melakukan penerbangan khusus (explore flight) dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (23/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan sudah ada penambahan pesawat untuk mengatasi tingginya tarif penerbangan ke Indonesia bagian Timur dan akan segera diluncurkan.

“Nanti secara formal kita akan launching beberapa penerbangan ke Sorong, Maluku, Manado dan Makassar dari basis pariwisata Indonesia Timur,” kata Sandiaga usai penandatanganan nota kesepahaman bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pengembangan dan peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif halal di Jakarta, Selasa (19/3/2024).

Baca Juga

Dia menyampaikan upaya penambahan penerbangan untuk kawasan Indonesia Timur sebagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi terkait mahalnya tarif penerbangan domestik untuk sektor pariwisata.

Meski begitu, Sandiaga tidak menyebut secara pasti kapan waktu untuk peluncuran penambahan penerbangan ke wilayah Indonesia bagian Timur. Namun dia menegaskan akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

“Yang Indonesia Timur sudah ada progres jadi per minggu ini akan launching beberapa penerbangan yang berbasis di Manado oleh TransNusa,” jelas Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga akibat tingginya tarif penerbangan domestik bukan hanya dikeluhkan wisatawan, namun juga masyarakat Indonesia secara luas. Sehingga pihaknya melakukan upaya penambahan penerbangan demi menopang kegiatan wisata utamanya di bagian Timur Indonesia.

“Untuk penerbangan wilayah Indonesia Timur yang banyak dikeluhkan yang mahal, itu (kami) sudah menambah jumlah pesawat dan ketersediaan kursi. Ini untuk menopang kegiatan wisata dan mudik di akhir bulan Ramadhan ini,” tutur Sandiaga.

Ia menambahkan untuk wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya ke Sumatera. Dia mengungkapkan bahwa biaya perjalanan udara dari beberapa kota di wilayah tersebut lebih mahal dibandingkan dengan perjalanan ke luar negeri, seperti Kuala Lumpur.

Bahkan Sandiaga menyebutkan bahwa perjalanan ke Aceh tergolong mahal, hal ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah pesawat. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan meningkatkan jumlah pesawat dengan bekerja sama dengan maskapai penerbangan.

“Ini masih disusun untuk tengah dan barat terutama yang ke Sumatera ini mahal sekali. Padang ini bisa lebih mahal ke Padang dari ke Kuala Lumpur. Saya mau pergi ke Aceh ini mahal sekali, ini keterbatasan jumlah pesawat, ini yang harus kita solusikan, kita akan tambah jumlah pesawatnya bekerja sama dengan maskapai penerbangan,” kata Sandiaga.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement