Selasa 19 Mar 2024 13:35 WIB

Mentan: Tambahan Subsidi Pupuk 2024 Segera Dikeluarkan

Anggaran pupuk subsidi awalnya 4,7 juta ton naik menjadi 9,55 juta ton tahun ini.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Gita Amanda
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, pemerintah akan segera mengeluarkan tambahan pupuk subsidi pada tahun ini. (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Arnas Padda
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, pemerintah akan segera mengeluarkan tambahan pupuk subsidi pada tahun ini. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan, pemerintah akan segera mengeluarkan tambahan pupuk subsidi pada tahun ini. Anggaran pupuk subsidi 2024 yang sudah ditetapkan pada tahun lalu awalnya sebesar 4,7 juta ton.

Namun, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian dinaikkan dua kali lipat menjadi 9,55 juta ton pada tahun ini. Hal ini disampaikan Amran usai mengikuti rapat terbatas terkait kebijakan pangan dan beras.

Baca Juga

Turut hadir dalam rapat ini Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.

"Diputuskan yang pertama adalah anggaran pupuk tahun ini dianggarkan, yaitu sesuai APBN 4,7 juta ton, yaitu saya ulangi yang sudah ditetapkan pada tahun lalu, pupuk kuantum tahun ini 2024 yaitu 4,7 juta ton kemudian dinaikkan menjadi 2 kali lipat menjadi 9,55 juta ton itu arahan Bapak Presiden, dalam waktu dekat baik DIPA-nya keluar sesuai kesepakatan kita dan Menteri Keuangan akan mengeluarkan DIPA dalam waktu dekat," jelas Amran.

Amran mengatakan, anggaran untuk penambahan kuota pupuk subsidi pun tersedia. Namun, ia tak menyebut berapa anggaran yang disediakan. "Ada sudah diputuskan DIPA-nya, SK-nya akan diturunkan dalam waktu dekat," ujarnya.

"Anggarannya terserah harga pasar, harga bahan baku dst. Itu disusun oleh PT PIHC (Pupuk Indonesia Holding Company)," tambah Amran.

Lebih lanjut, Amran juga menyampaikan, pemerintah akan melakukan pompanisasi seluas 500 ribu hektare di Pulau Jawa dan 500 ribu hektare di luar Pulau Jawa, untuk mengantisipasi terjadinya El Nino yang berkepanjangan. "Anggarannya adalah ABT (Anggaran Biaya Tambahan) itu Rp5,8 triliun," jelas Amran.

Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan benih bibit unggul gratis untuk petani yakni seluas dua juta hektare untuk padi dan dua juta hektare untuk jagung.

"Alhamdullilah, produksi jagung saat ini sudah naik bahkan menurut BPS surplus bulan Januari, Februari, Maret sebanyak 1 juta ton dibanding tahun sebelumnya," kata Amran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement