Selasa 05 Mar 2024 15:10 WIB

Kementan Targetkan Pertanaman Tumpang Sari Padi Gogo 500 Ribu Hektare  

Tumpang sari padi gogo sudah sejalan dengan program akselerasi peremajaan sawit.

Kementan menargetkan penanaman 500 ribu hektare padi gogo di lahan perkebunan sawit. (ilustrasi)
Foto: republika/joko sadewo
Kementan menargetkan penanaman 500 ribu hektare padi gogo di lahan perkebunan sawit. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan penanaman 500 ribu hektare padi gogo di lahan perkebunan sawit dan kelapa seluruh Indonesia, guna menambah devisa negara.

“Ditargetkan penanaman 500 ribu hektare padi gogo di lahan perkebunan sawit, langkah ini merupakan implementasi program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan atau yang biasa disebut Kesatria,” kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi dalam Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat di Jakarta, Selasa (5/4/2024).

Baca Juga

Harvick yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tumpang sari padi gogo sudah sejalan dengan program akselerasi dan percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang saat ini mencapai 120 ribu hektare.

Pembangunan kelapa sawit harus mensinergikan semua pihak yang terlibat. “Kami sangat berharap sekali untuk dapat mendukung program PSR agar berjalan optimal. Saya juga mengajak untuk mensukseskan tumpang sari dengan menanam padi gogo sebagai langkah strategis mengantisipasi dampak El Eino," katanya.

 

Kementan mencatat lahan yang akan ditanami padi gogo tersebar di wilayah perusahaan PalmaCo sebanyak 5.000 hektare, suportingCo 10 ribu hektare, Gapki 3.550 hektare dan Apkasindo 67.400 hektare.

Selain tumpang sari padi gogo, Harvick menjelaskan replanting atau PSR juga merupakan langkah yang sangat strategis dalam menambah devisa negara karena hanya dengan melakukan peremajaan tanpa harus melakukan pembukaan lahan. Salah satu kontribusi sektor perkebunan adalah padat karya yang terbukti mampu menurunkan kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Karena itu produktivitas sawit rakyat harus kita tingkatkan melalui peremajaan sawit rakyat. Program PSR merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas serta kualitas sawit melalui penggantian tanaman tidak produktif dengan benih yang berkualitas dengan penerapan Good Agriculture Practices," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement