Senin 04 Mar 2024 22:27 WIB

Permodalan Kuat, OJK Yakin Perbankan Tetap Resilient

CAR perbankan juga relatif tinggi sebesar 27,54 persen.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae.
Foto: Tangkapan Layar
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyatakan, industri perbankan nasional per Januari 2024 tetap resilien dan berdaya saing. Itu didukung permodalan perbankan yang relatif tinggi.

"Sejalan dengan kinerja perekonomian global yang membaik dengan tekanan cenderung stabil, kinerja industri perbankan Indonesia per Januari 2024 tetap resilien dan berdaya saing," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (4/3/2024).

Baca Juga

Disebutkan, kinerja industri perbankan tersebut didukung oleh tingkat profitabilitas return on asset (ROA) sebesar 2,71 persen dan Net Interest Margin (NIM) sebesar 4,54 persen.

Permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan juga relatif tinggi sebesar 27,54 persen. Itu dinilai menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global.

 

Dari sisi kinerja intermediasi, pada Januari 2024, secara month to month (mtm) kredit mengalami penurunan sebesar Rp 32,69 triliun, atau terkontraksi sebesar 0,46 persen yang merupakan siklus yang selalu terjadi setiap awal tahun (seasonal). Meski begitu, secara tahunan kredit tumbuh sebesar 11,83 persen year on year (yoy) menjadi Rp 7.058 triliun.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong kredit modal kerja yang tumbuh sebesar 12,26 persen year on year (yoy). Sementara ditinjau dari kepemilikan bank, bank badan usaha milik negara (BUMN) menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit yaitu tumbuh sebesar 14,44 persen (yoy).

Dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami kontraksi secara bulanan namun tumbuh positif secara tahunan. Pada Januari 2024 DPK tercatat kontraksi sebesar 0,50 persen (mtm) tetapi naik sebesar 5,80 persen (yoy), lebih tinggi dibanding posisi Desember 2023 sebesar 3,73 persen (yoy), atau menjadi Rp 8.415 triliun, dengan giro menjadi kontributor pertumbuhan terbesar yaitu 8,17 persen year on year (yoy).

Likuiditas industri perbankan pada Januari 2024 memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang masih jauh di atas level kebutuhan pengawasan. Sementara, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,79 persen dan NPL bruto sebesar 2,35 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement