Jumat 01 Mar 2024 06:46 WIB

Update Harga BBM Pertamina 1 Maret 2024, Ada yang Naik?

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengisyaratkan adanya kenaikan harga BBM.

Petugas mengoperasikan mesin bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Riau, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/6/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petugas mengoperasikan mesin bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Riau, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) masih mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada awal Maret 2024. Dengan demikian, harga BBM Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tetap sama seperti harga pada 1 Januari 2024.

Seperti diketahui, penyesuaian harga BBM setiap bulannya mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245 Tahun 2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62 Tahun 2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Oleh karena itu, harga BBM setiap bulan akan mengalami penyesuaian sesuai harga pasar. Khusus BBM Pertamina, masyarakat dapat mengecek harga terbaru di setiap provinsi melalui situs MyPertamina. 

Baca Juga

Berikut ini adalah harga BBM nonsubsidi Pertamina untuk wilayah DKI Jakarta.

Pertamax: Rp 12.950 per liter

 

Pertamax Green: Rp 13.900 per liter

Pertamax Turbo: Rp 14.400 per liter

Dexlite: Rp 14.550 per liter

Pertamina Dex: Rp 15.100 per liter

Pertamina saat ini masih mempertahankan harga BBM subsidi dan penugasan yakni Pertalite sebesar Rp 10 ribu per liter dan Solar tetap Rp 6.800 per liter. 

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengisyaratkan adanya kenaikan harga BBM, khususnya BBM nonsubsidi. Hal ini guna merespons kenaikan harga minyak mentah dunia.

"Saat ini harga minyak dunia sudah 82 dolar AS per barel. Naik 6 dolar AS dari tahun lalu. Biaya produksi juga pasti naik. Tapi kita pastikan yang subsidi akan tetap kita tahan harganya," kata Arifin di Kementerian ESDM, Jumat (16/2/2024).

Meski tak mengisyaratkan secara langsung adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya oleh Pertamina, namun Arifin mengatakan seluruh badan usaha punya kewenangan untuk melakukan penyesuaian harga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement