Rabu 28 Feb 2024 14:16 WIB

BUMN Pangan Siapkan Peta Jalan Menuju Swasembada Gula pada 2030

ID FOOD telah menerapkan sejumlah inovasi teknologi.

Pekerja memanen tebu di persawahan Desa Peganjaran, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (12/7/2023). Kementerian Pertanian menargetkan swasembada gula tercapai pada tahun 2024 menyusul luas area tebu nasional pada tahun 2023 berdasarkan data awal Maret mencapai 509.608 hektare dengan produksi tebu mencapai 37.463.341 ton.
Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Pekerja memanen tebu di persawahan Desa Peganjaran, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (12/7/2023). Kementerian Pertanian menargetkan swasembada gula tercapai pada tahun 2024 menyusul luas area tebu nasional pada tahun 2023 berdasarkan data awal Maret mencapai 509.608 hektare dengan produksi tebu mencapai 37.463.341 ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan ID FOOD menyiapkan peta jalan untuk mendukung pemerintah mewujudkan swasembada gula nasional pada 2030.

Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan, ID FOOD akan menjalankan langkah strategis di antaranya percepatan penerapan digitalisasi dan mekanisasi industri gula baik on farm maupun off farm.

Baca Juga

"ID FOOD sendiri telah menyiapkan peta jalan pengembangan teknologi industri gula untuk mendukung terwujudnya swasembada gula 2030 yang terbagi secara on farm dan off farm," ujar Frans melalui keterangan di Jakarta, Rabu (28/2/2024).

Sektor gula masih menjadi lini bisnis utama dari korporasi negara tersebut. ID FOOD memiliki peran dan tanggung jawab yang besar dalam mendukung tercapainya swasembada gula konsumsi di 2028 dan swasembada industri gula serta peningkatan produksi bioetanol pada 2030.

 

Frans mengatakan, untuk membantu mencapai swasembada gula 2030 ada banyak aspek pengembangan teknologi yang perlu dilakukan, seperti Internet of Things, Pertanian Presisi, dan Mekanisasi Pertanian.

Pada tahap awal 2024 sampai 2025, Frans mengatakan, perseroan fokus pada optimalisasi penggunaan aplikasi mobile planter, monitoring drone untuk pemetaan dan analisis data lahan, perluasan penggunaan boom sprayer, penataan varietas, dan penerapan aplikasi lelang gula ID FOOD.

"Di lini off farm, dilakukan perluasan penggunaan sensor di setiap line pabrik dan standarisasi proses quality control," katanya.

Tahapan selanjutnya pada 2026-2028, akan dilakukan peningkatan fitur mobile planter, big data industri tebu, serta perluasan mekanisasi pertanian.

Kemudian pada 2029-2030, ditargetkan industri gula ID FOOD sudah sepenuhnya mekanisasi termasuk implementasi Co-Gen (Kogenerasi) untuk penyerapan secara optimal energi yang dihasilkan pabrik gula.

Penerapan digitalisasi teknologi industri gula secara masif oleh para pelaku usaha merupakan langkah yang paling efektif untuk mendukung tercapainya target swasembada gula pada 2030.

Terkait implementasi peta jalan pengembangan teknologi industri gula tersebut, ID FOOD telah menerapkan sejumlah inovasi teknologi seperti Geospatial Information System (GIS), Pertanian Presisi, dan Teknologi Informasi Smart Farming ID FOOD (Safari).

Untuk penerapan GIS, Frans menuturkan, dilakukan dalam hal pemetaan wilayah kebun menggunakan drone RTK, drone aplikasi kebun, web-based service analysis dan unit pelayanan jasa drone.

Perseroan juga akan terus mendorong penerapan teknologi teknologi industri gula secara bertahap dan berkelanjutan.

Frans mengajak seluruh pelaku industri pergulaan khususnya pelaku industri pendukung yang menyediakan teknologi digitalisasi dan mekanisasi, untuk  menyiapkan skema kerja sama yang bisa membantu para pelaku industri gula melakukan investasi teknologi dengan lebih mudah dan lebih cepat.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement