Senin 26 Feb 2024 21:14 WIB

Alasan Kunjungan Wisman ke Indonesia Kalah dari Thailand dan Vietnam

Secara kumulatif angka kunjungan wisman di Indonesia yakni 11,7 juta.

Wisatawan mancanegara berkumpul saat turun dari kapal pesiar MV Silver Muse yang bersandar di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/2/2023). Kapal pesiar yang memiliki panjang 212,8 meter dan membawa 547 wisatawan asal negara Eropa seperti Belanda dan Inggris tersebut akan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di kota Makassar sebelum melanjutkan pelayaran ke Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur.
Foto: Antara/Abriawan Abhe
Wisatawan mancanegara berkumpul saat turun dari kapal pesiar MV Silver Muse yang bersandar di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/2/2023). Kapal pesiar yang memiliki panjang 212,8 meter dan membawa 547 wisatawan asal negara Eropa seperti Belanda dan Inggris tersebut akan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di kota Makassar sebelum melanjutkan pelayaran ke Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan alasan Indonesia kalah jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Thailand dan Vietnam yakni karena negara tersebut menerapkan bebas visa kunjungan.

"Kita juga melihat negara-negara seperti Vietnam, Thailand, Malaysia jor-joran dari segi membebaskan visa kunjungan, India sekarang sudah membebaskan visa kunjungan bagi masyarakat kita," katanya di Jakarta, Senin (26/2/2024).

Baca Juga

Menurutnya saat ini Indonesia belum bisa memberikan keleluasaan pembebasan visa kunjungan bagi para wisatawan mancanegara, dikarenakan masih menggunakan asas resiprositas atau timbal balik.

"Sementara kita kan asasnya resiprocity, sampai sekarang kita belum memberikan secara resiprokal karena masih dalam kajian yang sudah kita ajukan lebih dari tiga bulan yang lalu," katanya.

Sandiaga menuturkan, alasan lain yang membuat Indonesia kalah dalam kunjungan wisman yakni adanya keterbatasan dalam interkonektivitas.

Ia mengatakan pihaknya sudah memprediksi hal ini sedari awal, dikarenakan jumlah interkonektivitas Indonesia sudah mencapai 80 persen tanpa adanya penambahan penerbangan dan ketersediaan kursi.

"Kita sudah memprediksi ini dari awal karena interkonektivitas kita sudah mencapai angka di atas 80 persen dari segi kapasitas penerbangan dan juga ketersediaan kursi. Tanpa adanya penambahan penerbangan dan persediaan kursi karena kita negara kepulauan," ujarnya.

Walaupun demikian, menurutnya meski Indonesia memiliki keterbatasan dalam interkonektivitas dan pembebasan visa, namun secara kumulatif angka kunjungan wisman di Indonesia masih cukup baik yakni di angka 11,7 juta.

Sebelumnya dalam acara Weekly Brief With SandiUno, Senin (12/2). Menparekraf Sandiaga mengatakan Indonesia harus hati-hati dalam menerapkan sebuah kebijakan, karena saat ini kunjungan wisman di Thailand dan Vietnam sudah di atas Indonesia.

sumber : ANTARA

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement