Rabu 21 Feb 2024 23:15 WIB

Stafsus Menteri BUMN Ungkap Whoosh Kian Diminati Masyarakat

skema tarif dinamis memberikan opsi pilihan harga tiket yang lebih rendah

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas menunjukan aplikasi penjualan tiket WHOOSH pada aplikasi mobile saat menaiki kereta cepat WHOOSH di Stasiun Halim, Jakarta, Selasa (17/10/2023). PT KCIC meresmikan aplikasi mobile penjualan tiket bernama WHOOSH Kereta Cepat serta melakukan perjalanan pertama yang mengangkut penumpang berbayar. Pada peresmian tersebut PT KCIC juga memberikan promo bagi penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi WHOOSH dengan biaya sebesar Rp150 ribu untuk kelas premium ekonomi dari tanggal 18 Oktober hingga 30 November mendatang sebagai upaya menarik minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik berbasis rel.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas menunjukan aplikasi penjualan tiket WHOOSH pada aplikasi mobile saat menaiki kereta cepat WHOOSH di Stasiun Halim, Jakarta, Selasa (17/10/2023). PT KCIC meresmikan aplikasi mobile penjualan tiket bernama WHOOSH Kereta Cepat serta melakukan perjalanan pertama yang mengangkut penumpang berbayar. Pada peresmian tersebut PT KCIC juga memberikan promo bagi penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi WHOOSH dengan biaya sebesar Rp150 ribu untuk kelas premium ekonomi dari tanggal 18 Oktober hingga 30 November mendatang sebagai upaya menarik minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik berbasis rel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan perkembangan jumlah kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah menunjukkan hal yang signifikan. Hal ini menjadi bukti bahwa Whoosh mulai menjadi pilihan moda transportasi bagi masyarakat. 

"Sekarang tuh yang naik Whoosh banyak, kita harap (dilanjutkan) sampai Surabaya," ujar Arya saat berbincang dengan media di Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Arya menyampaikan skema tarif dinamis juga memberikan opsi pilihan masyarakat mendapatkan harga tiket yang lebih rendah. Toh, ucap Arya, tarif Whoosh relatif masih terjangkau apabila dibandingkan dengan kereta cepat beberapa negara lain, seperti Jepang. 

"Saya kemarin naik kereta cepat Jepang itu mencapai Rp 2,5-2,2 juta itu tiga jam tuh. Kalau kita hitung per jarak, bagi tiga deh, berapa? (Rp 700-800 ribu)," ucap Arya. 

 

Arya juga memastikan bunga untuk pembayaran utang dari China Development Bank (CDB) sekitar 3,2 persen untuk dolar AS dan 3,1 persen untuk renminbi. 

"Pokoknya angkanya segitu. Jadi kalau yang ngomong-ngomong ini bunganya dari Cina ini tinggi, nah itu enggak," kata Arya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement