Ahad 18 Feb 2024 20:24 WIB

Erick Thohir tak Ingin PSSI Cengeng dalam Urusan Pendanaan

PSSI berusaha semakin mandiri dalam mendapatkan pendanaan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan tidak menginginkan organisasi yang dipimpinnya itu menjadi cengeng dan manja dalam urusan pendanaan, meski untuk mengelola sepak bola membutuhkan biaya yang sangat besar. Hal itu disampaikan Erick setelah mengikuti acara peluncuran sepeda motor listrik Gesits Garuda di arena pameran IIMS 2024, Kemayoran, Jakarta, Ahad (18/2/2024).

Nah kemarin Pak Jokowi bicara dengan saya, pemerintah perlu bantu apa? Ya saya bilang pendanaan, pak. Tetapi saya juga tidak mau PSSI cengeng. Saya meyakinkan bahwa misalnya pemerintah memberikan sekian x, misalnya 100 atau 500, ya kita juga dari PSSI berusaha mendapatkan dana yang sama,” kata Erick.

Baca Juga

Di bawah kepemimpinan Erick, PSSI berusaha semakin mandiri dalam mendapatkan pendanaan. Pada Juni 2023, PSSI menghidupkan PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI) untuk pengelolaan aset bisnis PSSI secara profesional. Kerja sama dengan produsen sepeda motor listrik Gesits juga merupakan salah satu program kerja PT GSI untuk membantu keuangan PSSI.

“Pertama kalinya dalam sejarah PSSI selama 94 tahun, kita mempunyai partner, kawin, dengan vehicle, otomotif. Karena sebelumnya belum pernah,” ujar Direktur PT GSI Marsal Irwan Masita.

 

Dalam kesempatan itu, Erick juga menjelaskan bahwa pengelolaan tim nasional yang bagus memerlukan biaya sangat besar. Bahkan Indonesia saat ini sebenarnya cukup tertinggal dari sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.

“Kita mau punya tim nasional yang bagus ya angkanya 250 sampai 500 miliar. Itu kalau kita bandingkan dengan Jepang, Jepang itu kurang lebih angkanya 170 juta dolar AS, Rp 3,4 triliiun. Jauh kita. Negara-negara tetangga kita seperti Vietnam, Thailand, itu sudah di angka Rp 1 (triliun),” tutur sosok yang juga merupakan Menteri BUMN itu.

“Jadi ya seperti itu realita. Ada uang, ada kesejahteraan, ada prestasi,” pungkasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement