Kamis 15 Feb 2024 13:38 WIB

Impor Beras Januari 2024 Naik, Paling Banyak dari Thailand

Impor beras dari Thailand nilainya mencapai 153 juta dolar AS.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Lida Puspaningtyas
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers rilis Neraca Perdagangan Indonesia Januari 2024, Kamis (15/2/2024).
Foto: Dok Humas BPS
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers rilis Neraca Perdagangan Indonesia Januari 2024, Kamis (15/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan impor beras Indonesia pada Januari 2024. Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan peningkatan tersebut terlihat secara tahunan.

"Impor beras Januari 2024 senilai 279,2 juta dolar AS. Impor beras pada Januari 2023 tercatat 118,7 juta dolar AS," kata Amalia dalam konferensi pers, Kamis (15/2/2024).

Baca Juga

Dia menjelaskan, impor beras pada Januari 2024 utamanya berasal dari Thailand yang nilainya mencapai 153 juta dolar AS. Lalu juga dari Pakistan sebesar 79,3 juta dolar AS dan dari Myanmar sebesar 23,98 juta dolar AS.

"Pertumbuhan nilai impor beras secara bulanan turun 16,73 persen tapi secara tahunan naik 135,12 persen," ujar Amalia.

Dia menjelaskan, impor beras tersebut tidak langsung dilepas ke pasar namun tergantung kepada kebijakan. Dengan begitu, Amalia menuturkan pola impornya tidak ada yang bisa kita diketahui secara pasti.

"Ini tergantung kebijakan impor beras yang ditetapkan pemerintah," tutur Amalia.

BPS mencatat nilai impor pada Januari 2024 sejumlah 18,51 miliar dolar AS. Angka tersebut turun 3,13 persen dari bulan sebelumnya.

Amalia melaporkan penurunan tersebut sejalan dengan kinerja impor migas dan non migas. Dia menyebut penurunan impor migas sebesar 19,99 persen menjadi 2,70 miliar dolar AS dan impor non migas sebesar 0,48 persen menjadi 15,81 miliar dolar AS.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement