Senin 29 Jan 2024 17:15 WIB

Mandiri Sekuritas Proyeksikan IHSG Tembus 7.640 di 2024

Hal ini seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan di tingkat global.

Pekerja berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai 7.640 pada tahun 2024. Hal ini seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan di tingkat global.

“Bank sentral di berbagai negara telah menaikkan suku bunga 250-525 basis poin dalam dua tahun belakangan yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Namun, Indonesia yang termasuk dalam ASEAN-5 diproyeksikan masih tumbuh secara resilien di tengah volatilitas global,” ujar Head of Equity Analyst and Strategy Mandiri Sekuritas Adrian Joezer dalam Economic and Market Outlook 2024 di Menara Mandiri, Jakarta, Senin (29/1/2024).

Baca Juga

Di tengah pelemahan pertumbuhan laba bersih perusahaan karena kebijakan moneter yang ketat, menurut Joezer, potensi penurunan suku bunga akan menopang perbaikan pertumbuhan pada semester II 2024. Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi, perbankan, dan perusahaan yang lebih baik dibandingkan periode tightening sebelumnya, akan membuat tightening exit Indonesia lebih baik pada 2024-2025, dan belum sepenuhnya terefleksikan di tingkat valuasi pasar saham saat ini di level 12-13 kali forward PE.

“Tingkat leverage perusahaan yang rendah dan ROIC-WACC spread yang berada di level tertinggi sejak 8-9 tahun terakhir pun akan membantu mempercepat pemulihan pertumbuhan setelah kebijakan tightening berakhir dan juga membantu menopang imbal hasil dividen yang tinggi ke depannya,“ ujar Joezer.

Dalam kesempatan ini, Chief Economist Mandiri Sekuritas Rangga Cipta memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan berada sekitar 5,1 persen pada 2024, ditopang oleh faktor-faktor seperti konsumsi rumah tangga dan inflasi.

“Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024 akan mendorong konsumsi, meski investasi berpotensi sedikit melambat karena menunggu hasil Pemilu dan arah kebijakan di masa depan,” ujar Rangga.

Pihaknya juga memproyeksikan inflasi tetap stabil di sekitar 3,2 persen pada 2024, suku bunga Bank Indonesia (BI) akan turun sebesar 75 basis poin ke 5,25 persen, serta nilai tukar rupiah diperkirakan menguat ke level Rp14.900 secara rata-rata, namun masih dipengaruhi volatilitas ekonomi global di kuartal I 2024.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement