Selasa 23 Jan 2024 22:33 WIB

Pertamina Bersama Mitra Resmi Kelola Blok Eksplorasi SK510 di Malaysia

Pengelolaan Blok SK510 dapat memperkuat footprint PHE di Malaysia.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku Subholding Upstream Pertamina, mencatat penemuan signifikan dari kegiatan eksplorasi di blok yang dikelola selama dua tahun terakhir. Keberhasilan tersebut didapatkan melalui kegiatan eksplorasi pada area yang sudah dikembangkan secara penuh di blok yang ada.
Foto: Dok PHE
PT Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku Subholding Upstream Pertamina, mencatat penemuan signifikan dari kegiatan eksplorasi di blok yang dikelola selama dua tahun terakhir. Keberhasilan tersebut didapatkan melalui kegiatan eksplorasi pada area yang sudah dikembangkan secara penuh di blok yang ada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Malaysia Eksplorasi Produksi (PMEP) bersama mitra memenangkan lelang blok eksplorasi SK510 di Malaysia melalui Malaysia Bid Round (MBR) 2023.

MBR merupakan serangkaian kegiatan lelang yang diadakan setiap tahun oleh Malaysia Petroleum Management (MPM) Petronas, badan yang bertanggung jawab atas sumber daya minyak dan gas di Malaysia.

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Danar Dojoadhi dalam keterangan di Jakarta, Selasa mengatakan Pertamina terus berupaya menguatkan keunggulan yang dimiliki dengan mengambil peluang yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan dengan mengimplementasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) yang baik.

"Kami meyakini pengelolaan Blok SK510 dapat memperkuat footprint PHE di Malaysia dalam upaya mencapai target perusahaan dengan meningkatkan pertumbuhan sumber daya migas melalui aset eksplorasi di luar negeri," ucap Danar.

Acara penandatanganan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa oleh Direktur Utama PMEP Fuji Koesumadewi. Acara tersebut juga dihadiri oleh Danar Dojoadhi serta Executive Vice President dan Chief Executive Officer of Upstream Petronas Datuk Adif Zulkifli bersama dengan Senior Vice President MPM Petronas Datuk Ir. Bacho Pilong.

Lebih lanjut, Danar mengatakan bahwa memperluas wilayah kerja (WK) melalui blok eksplorasi baru, baik domestik maupun internasional sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya energi fosil.

PHE, kata dia, juga telah menyelesaikan akuisisi blok migas di beberapa WK, di antaranya Peri Mahakam & Bunga di kawasan Indonesia Timur, East Natuna di area perbatasan Indonesia-Malaysia-Vietnam, dan Masela di Maluku.

Sedangkan, Datuk Ir. Bacho mengatakan Petronas memiliki hubungan jangka panjang dengan Pertamina bahkan sebelum kelahiran Petronas pada 50 tahun yang lalu.

"Hari ini, saya senang melihat bahwa Pertamina terus memperluas portofolionya dalam E&P Malaysia. Saya berharap upaya bersama ini terus memaksimalkan potensi yang belum tergali di blok-blok tersebut untuk mendukung transisi energi dengan membangun industri hulu yang semakin berkelanjutan," kata dia.

Pemegang participating interest (PI) dalam Blok SK510 terdiri atas Petronas Carigali Sdn. Bhd. yang berlaku sebagai operator dengan PI sebesar 40 persen, PMEP dan Inpex Malaysia E&P SK510 Sdn. Bhd masing-masing memiliki PI sebesar 25 persen, dan Petroleum Sarawak Exploration & Production Sdn. Bhd memiliki 10 persen PI yang tersisa.

Blok SK510 seluas 1.864 km2 yang berlokasi di lepas pantai Sarawak, Malaysia ialah area kerja dalam portofolio pengelolaan aset hulu PHE, selaku Subholding Upstream Pertamina. Akuisisi tersebut menjadikan total enam blok dalam pengelolaan PMEP.

PMEP merupakan anak perusahaan PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) yang berafiliasi dengan PHE, mengelola kegiatan eksplorasi maupun produksi migas di wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia dengan tipe kontrak production sharing contract (PSC).

PMEP memiliki PI pada tiga blok produksi. Pertama, SK309 (25,5 persen), Blok SK311 (25,5 persen), dan Blok K (24 persen). Kedua, dua blok eksplorasi K510 (25 persen) dan SK 314A (25,5 persen). Ketiga, satu blok pengembangan dan eksplorasi Blok H (18 persen, kecuali Lapangan Rotan 24 persen).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement