Senin 08 Jan 2024 23:16 WIB

Bulog Asumsikan 88 Juta Rakyat Terima Manfaat Bantuan Pangan

Bapanas menjamin akurasi data penerima manfaat dapat dipertanggungjawabkan.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Presiden Jokowi berikan bantuan pangan CBP
Foto: Setpres
Presiden Jokowi berikan bantuan pangan CBP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pengecekan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dilanjutkan dengan membagikan langsung beras Bantuan Pangan kepada sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gudang Bulog Umbul Tengah, Serang, Banten, Senin (8/1/2024).

Jokowi menegaskan pemerintah tengah melakukan perhitungan anggaran terkait rencana untuk menambahkan jumlah alokasi penyaluran bantuan pangan ini sampai Juni 2024. Jokowi pun menekankan bahwa pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya strategis agar program pro-rakyat yang digalakkan pemerintah dapat berjalan sesuai harapan.

“Hari ini sudah diterima ya untuk alokasi Januari, selanjutnya akan diterima lagi untuk Februari dan Maret. Jadi, saat ini kita sedang berusaha agar Bantuan Pangan April, Mei dan Juni dapat dilanjutkan dengan memperhatikan kondisi APBN," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (8/1/2024).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan data penerima manfaat yang saat ini diterima dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah melalui proses verifikasi berbagai pihak yang berwenang. Arief menjamin akurasi data penerima manfaat dapat dipertanggungjawabkan.

“Data yang saat ini ada tentunya berasal dari Kemenko PMK, dan ini sudah melalui verifikasi di berbagai tempat diantaranya BPK dan BPKP. Nah, data ini kemudian diuji serta pemutakhiran datanya dilakukan setiap bulan sekali sampai dengan tiga bulan sekali dan akurasinya terus diperbaiki dengan smoothing," ujar Arief.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menjelaskan program Bantuan Pangan ini merupakan program pemerintah dengan daya jangkau manfaat yang sangat luas di masyarakat. Bayu menyebut program ini menjadi sangat efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurutnya saat ini stok Bulog mencukupi untuk melaksanakan program Bantuan Pangan selama beberapa bulan kedepan.

“Saat ini stok Bulog mencukupi untuk penyaluran Bantuan Pangan yang jumlah penerima manfaatnya mencapai 22 juta KPM sampai Juni. Kalau kita asumsikan setiap keluarga rata-rata terdiri empat orang, maka sudah 88 juta rakyat Indonesia yang merasakan manfaat dari program Bantuan Pangan ini," kata Bayu.

Warga Desa Beberan Kelurahan Drangong, Novat (39) yang hadir sebagai salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) beras Bantuan Pangan di Gudang Bulog Umbul Tengah bersyukur dengan adanya program pemerintah ini. Novat menilai bantuan pangan ini meringankan kebutuhan pokok sehari-hari sehingga anggaran kebutuhan pokok keluarganya dapat digunakan untuk keperluan lain.

“Alhamdulillah beras yang saya terima setiap bulan ini dapat digunakan untuk keperluan makan keluarga setiap bulannya. Semoga beras Bantuan Pangan ini kedepannya terus berlanjut karena anggarannya bisa saya alokasikan untuk keperluan sekolah anak saya," ucap Novat.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement