Rabu 03 Jan 2024 23:35 WIB

Jaga Inflasi, Ini Strategi Pemerintah

Upaya itu termasuk menjaga keterjangkauan harga.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pekerja beraktivitas di lokasi fasilitas teknologi pangan mesin Rice to Rice (RtR) milik BULOG di Kompleks pergudangan modern Perum BULOG, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (30/12/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja beraktivitas di lokasi fasilitas teknologi pangan mesin Rice to Rice (RtR) milik BULOG di Kompleks pergudangan modern Perum BULOG, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (30/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, sepanjang 2023 pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan pangan. Upaya itu termasuk menjaga keterjangkauan harga. 

Ia mengatakan, berbagai kebijakan dilakukan. Di antaranya melalui penguatan cadangan pangan pemerintah khususnya beras, baik penyaluran beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), maupun penyaluran bantuan pangan beras.

Baca Juga

Per 31 Desember 2023, CBP tetap terjaga sebesar 1,3 juta ton. Angka itu sesuai target pemerintah pada level 1,2 juta ton.

Sementara, penyaluran SPHP hingga 30 Desember 2023 mencapai 1,2 juta ton atau 110,3 persen dari target. Selanjutnya, per 30 Desember 2023, penyaluran bantuan pangan beras guna menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan untuk periode September-Desember telah tersalurkan sebesar 852,33 ribu ton atau 99,82 persen dari target.

Pemerintah, lanjutnya, juga melaksanakan program mobilisasi pangan melalui fasilitasi distribusi pangan. Komoditas pangan yang telah terealisasi sebanyak 2,54 ribu ton, dengan realisasi terbanyak pada komoditas jagung, kedelai, dan beras.

Airlangga melanjutkan, pemerintah pun melaksanakan secara masif program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dikoordinasikan oleh Badan Pangan Nasional pada 1.626 lokasi di 36 provinsi dan 324 kabupaten/kota. Sementara, program serupa seperti Operasi Pasar Murah juga telah dilaksanakan oleh 448 Pemerintah Daerah guna menahan gejolak harga di daerah. 

“Berbagai program kebijakan yang disinergikan dari pemerintah baik pusat dan daerah mampu menahan kenaikan harga pangan lebih lanjut," tuturnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/1/2024). Ke depan, kata dia, pemerintah akan terus mewaspadai dan memonitor fenomena domestik maupun global yang dapat berdampak terhadap inflasi. 

Airlangga menyebutkan, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, meliputi target inflasi yang semakin ketat. Maka, sambung dia, sinergi bersama seluruh pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia akan terus diperkuat guna menjaga inflasi tetap stabil dan terkendali dalam rentang sasaran.

Disebutkan, tingkat inflasi Indonesia pada 2023 terkendali pada rentang target sasaran tiga persen plus minus satu. Capaian inflasi pada tahun lalu tercatat sebesar 2,61 persen year on year (yoy)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement